Home » Strategi Agribisnis Tetap Berjalan Saat Fluktuasi Harga
PasarMIKRO - Agribisnis

Strategi Agribisnis Tetap Berjalan Saat Fluktuasi Harga

Melalui artikel ini, kamu bisa tahu bagaimana strategi agar agribisnis kamu tetap berjalan dan lebih berkembang meskipun harga komoditas tak menentu.

Buah-buahan, kopi, cabai dan beras, merupakan beberapa contoh dari komoditas agribisnis yang rentan dengan kenaikan harga. Kenaikan harga dari komoditas pertanian bisa disebabkan karena perubahan cuaca, penyakit yang menyerang, atau juga permintaan pasar itu sendiri. 

Melalui artikel ini, kamu bisa tahu bagaimana strategi agar agribisnis kamu tetap berjalan dan lebih berkembang meskipun harga komoditas tak menentu. Yuk baca sampai akhir!

Mengapa Komoditas Bisa Mengalami Kenaikan Harga?

Sebelumnya, sudah disinggung di atas bahwa perubahan cuaca salah satu faktor komoditas agribisnis memiliki kenaikan harga. Faktor cuaca mengakibatkan pasokan menjadi terbatas karena permintaan tetap tinggi. 

Ada unsur lain lagi yang menyebabkan harga komoditas agribisnis memiliki kenaikan harga,misalkan karena lokasi. Provinsi penghasil cabai terbesar adalah Jawa Timur. Distribusi cabai dari daerah terbesar ke Papua Barat bisa terhambat karena infrastruktur yang kurang memadai, biaya transportasi yang tinggi. Sehingga prosesnya yang sulit dan juga bisa jadi mengakibatkan pasokan berkurang dan harga cabang melambung tinggi. Melansir dari Databoks.id, harga rata-rata cabai rawit merah yaitu Rp69.88 ribu per kg pada 23 Juni 2023. Sedangkan di Papua Barat tercatat Rp104rb per kg. 

Selain faktor alam, lokasi, faktor pasokan dan permintaan atau dikenal dengan istilah supply and demand menjadi faktor utama yang mengakibatkan fluktuasi harga pada komoditas. Melansir dari wartaekonomi, seringkali terjadi over produksi sebuah produk agribisnis lantaran supply and demand tak dikuasai dengan baik. Akibatnya terjadi kelebihan produk daripada permintaan pasar yang membuat harga menjadi terjun bebas. 

Apa itu supply and demand? Yuk kita cari tahu!

Pengertian Supply and Demand

Demand (permintaan) dan supply (penawaran/pasokan) memiliki sifat yang saling berlawanan. Secara umum, permintaan (demand) mengacu pada jumlah barang atau layanan yang ingin dibeli oleh konsumen pada berbagai tingkat harga dan dalam jangka waktu tertentu. Sedangkan pasokan (supply) mengacu pada jumlah barang atau layanan yang tersedia di pasar pada berbagai tingkat harga dan dalam jangka waktu tertentu. 

Permintaan mencerminkan sisi pedagang atau konsumen, sementara pasokan mencerminkan sisi produsen atau penjual dalam hal ini petani, peternak, atau nelayan.  Menurut Alfred Marshall, seorang ekonom Inggris abad ke-19, mengemukakan bahwa pasokan dan permintaan adalah dua kekuatan yang berinteraksi dalam menentukan harga barang dan layanan di pasar. Harga akan mencapai tingkat di mana pasokan dan permintaan seimbang.

Pandangan serupa dikemukakan oleh John Maynard Keynes: Keynes, seorang ekonom Inggris abad ke-20, memperluas konsep pasokan dan permintaan dengan memasukkan faktor-faktor psikologis dan siklus ekonomi. Menurutnya, fluktuasi dalam tingkat permintaan dapat mempengaruhi tingkat produksi dan pengangguran.

Hukum Permintaan dan Penawaran

Ya, ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran akan mengakibatkan kenaikan harga. Secara umum, apabila jumlah barang yang ditawarkan oleh petani, peternak atau nelayan lebih sedikit dibandingkan jumlah barang yang diminta oleh pedagang. Maka bisa menyebabkan kelangkaan barang. Nah, semua ini sudah ada di dalam hukum permintaan dan penawaran, lho! 

Hukum permintaan dan penawaran berbanding terbalik tapi keduanya dibutuhkan untuk keseimbangan harga di pasar. Berikut bunyi hukum permintaan dan penawaran:

  • Permintaan naik saat harga produk rendah dan jumlah produk bertambah. Harga naik, jumlah produk menurun.
  • Penawaran/pasokan/supply saat harga barang meningkat akan terjadi meningkatnya penawaran komoditas. Pun begitu sebaliknya.

Contohnya, saat harga cabai naik akan sama berbarengan dengan penawaran atau supply yang diberikan. Ada beberapa faktor yang memengaruhi permintaan antara lain perubahan harga komoditas, preferensi atau selera konsumen, populasi penduduk, pendapatan penduduk, dan pengganti produk yang tersedia. Sedangkan faktor-faktor yang memengaruhi penawaran yaitu harga komoditas agribisnis itu sendiri, biaya produksi, teknologi yang digunakan, pesaing komoditas itu sendiri, ketersediaan fasilitas kredit sampai rantai pasokan.

Strategi Agar Agribisnis Berjalan Lancar Saat Harga Fluktuatif

Fluktuasi harga di pasaran akan selalu ada. Yang terpenting, saat harga fluktuatif terjadi usaha agribisnis mu harus selalu jalan dan berkembang. Bukannya berhenti dan malah gulung tikar. Tugas kamu adalah memastikan bisnis tetap berjalan meskipun harga di pasaran tidak menentu! `

Di bawah ini kami menyiapkan strategi agar bisnismu berkembang meskipun harga di pasaran tidak menentu!

  1. Diversifikasi Komoditas

Pertimbangkan untuk menanam berbagai jenis tanaman atau memelihara berbagai jenis hewan. Sedangkan untuk pedagang, kamu juga bisa berjualan lebih dari satu jenis komoditas. Ini akan membantu mengurangi risiko yang terkait dengan fluktuasi harga satu komoditas saja. Jika harga suatu komoditas turun, kamu masih memiliki sumber pendapatan dari komoditas agribisnis lain.

  1. Pemilihan Varietas Unggul

Pilih varietas tanaman atau ras hewan yang memiliki produktivitas yang lebih tinggi dan tahan terhadap penyakit. Tanaman atau hewan yang lebih tahan terhadap perubahan cuaca dan kondisi lingkungan akan lebih mampu bertahan dalam kondisi sulit.

  1. Manajemen Risiko

Pertimbangkan untuk mengambil asuransi pertanian atau bergabung dengan program manajemen risiko pertanian yang ditawarkan oleh pemerintah atau lembaga swasta. Ini dapat membantu melindungi kamu dari kerugian finansial akibat fluktuasi harga atau bencana alam.

  1. Jaringan dan Pasar Alternatif

Jangan hanya bergantung pada satu pasar. Carilah peluang untuk menjual produk kamu  ke pasar lokal, pasar organik, pasar petani, restoran, atau pengolahan produk. Diversifikasi pasar akan membantu kamu mengurangi dampak fluktuasi harga di satu pasar tertentu.

  1. Peningkatan Efisiensi Operasional

Pertimbangkan untuk mengadopsi teknologi pertanian modern dan praktik pertanian berkelanjutan yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi. Ini akan membantu kamu mengurangi biaya produksi dan meningkatkan margin keuntungan, sehingga lebih tahan terhadap fluktuasi harga.

  1. Pendekatan Value-Added

Pertimbangkan untuk mengolah produk agribisnis kamu menjadi produk bernilai tambah, seperti makanan olahan, produk organik, atau produk lokal. Produk bernilai tambah cenderung memiliki margin keuntungan yang lebih tinggi dan dapat membantu kamu tetap menguntungkan dalam kondisi harga yang fluktuatif.

  1. Pendidikan dan Pelatihan

Tetap mengikuti perkembangan terbaru dalam industri pertanian dan teknik manajemen. Pendidikan dan pelatihan akan membantu kamu mengembangkan keterampilan yang diperlukan untuk menghadapi tantangan baru dan meningkatkan efisiensi operasional.

  1. Perencanaan Keuangan yang Teliti

Buat rencana anggaran yang realistis dan pertimbangkan pengeluaran serta pemasukan dalam jangka panjang. Ini akan membantu Anda mengidentifikasi risiko dan peluang yang mungkin muncul akibat fluktuasi harga.

  1. Simpan Cadangan Dana

Usahakan untuk memiliki cadangan dana darurat yang dapat digunakan untuk mengatasi situasi darurat atau periode harga rendah.

  1. Kolaborasi dengan Petani Lain

Bekerjasama dengan petani lain dalam bentuk koperasi atau kelompok tani dapat membantu kamu memeroleh kekuatan tawar yang lebih besar dalam negosiasi dengan pembeli.

PasarMIKRO Solusi Terbaik!

Salah satu bentuk manajemen risiko yang bisa PasarMIKRO berikan yaitu kamu bisa menggunakan fitur Talangin. Selain fitur talangin, kamu bisa menggunakan PasarMIKRO sebagai bentuk dari strategi jaringan dan pasar alternatif. 

Yuk kita bahas satu persatu, bagaimana PasarMIKRO bisa menjadi solusi terbaik untuk kamu saat terjadi fluktuasi harga. 

Fitur Talangin  merupakan solusi bagi para pedagang untuk mengembangkan bisnis! Dengan Talangin, kamu bisa secara leluasa membeli komoditas bahkan saat harga berubah. PasarMIKRO akan menalangi sampai dengan 50% dari total transaksi dan sisanya dapat kamu bayar dengan uang sendiri. PasarMIKRO akan meneruskan pembayaran ke penjual tanpa potongan sedikit pun. Selain itu, kamu juga bisa melakukan banyak transaksi dalam satu waktu. 

Selain itu, di aplikasi PasarMIKRO kamu bisa menjual komoditas ke berbagai pedagang terpercaya yang ada di Indonesia. Selain itu, dengan fitur ‘Pasar Permintaan’, kamu bisa melihat permintaan dari semua orang yang membutuhkan komoditas dalam jumlah banyak! 

Tertarik untuk mencoba PasarMIKRO? Dan ingin bertanya seputar fitur yang ada di PasarMIKRO? Kamu bisa isi form di bawah ini dan tim kami akan menghubungi mu segera. 

Form Lead Generation - Strategi Agribisnis

atau segera bergabung dengan kami dan rasakan berbagai kemudahan bertransaksi aman dan mudah bersama PasarMIKRO. Unduh aplikasinya di Google Play Store!

PasarMIKRO - Transaksi antara Pedagang dan Petani

PasarMIKRO, Aplikasi Perdagangan untuk Petani, Peternak, Nelayan dan Pedagang Pertama dan No. 1 di Indonesia

Tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang untuk memulai perubahan, bergabunglah dengan komunitas perdagangan terpercaya hanya di PasarMIKRO!

Play Store Badge
Aplikasi Digitalisasi Perdagangan Agrikultur

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Cara yang Harus Dilakukan Nelayan untuk Beradaptasi dengan Perubahan Iklim dan Kondisi Laut

Memahami Apa itu Tren Pasar Komoditas Pertanian

Strategi Bertransaksi Tepercaya dan Aman antara Petani dan Pedagang

Cara Beradaptasi dengan Perubahan Preferensi Konsumen dalam Agribisnis