Home » Raih Untung Ganda Budidaya Dengan Teknik Polikultur
PasarMIKRO - Polikultur

Raih Untung Ganda Budidaya Dengan Teknik Polikultur

Polikultur juga bisa mendapatkan hasil panen yang maksimal baik itu di perikanan ataupun pertanian. Yuk kita cari tahu seluk beluk mengenai polikultur.

Prinsip-prinsip polikultur telah diterapkan dalam berbagai praktik pertanian tradisional terutama di daerah pedesaan. Polikultur di Indonesia mencerminkan keragaman budaya, iklim, dan ekosistem yang ada di negara ini. 

Polikultur juga bisa mendapatkan hasil panen yang maksimal baik itu di perikanan ataupun pertanian. Yuk kita cari tahu seluk beluk mengenai polikultur.

Apa itu Polikultur?

Tanaman jagung biasanya ditumpangkan dengan tanaman kedelai. Contoh pola tanam seperti itu dinamakan polikultur. Lalu, apa itu polikultur? Polikultur adalah praktik pertanian di mana beberapa jenis tanaman yang berbeda ditanam atau dibudidayakan bersama-sama dalam satu area atau lahan yang sama.

Hal ini senada dengan pendapat dari Wes Jackson, seorang ahli pertanian berkelanjutan, menggambarkan polikultur sebagai bentuk “pertanian perennial”. Ia berpendapat bahwa tanaman polikultur, terutama tumbuhan yang hidup lebih lama, dapat menciptakan ekosistem pertanian yang lebih stabil dan ramah lingkungan, mengurangi erosi dan penggunaan bahan kimia 

Polikultur juga lebih mudah beradaptasi dengan perubahan iklim. Seperti yang dikatakan oleh Vandana Shiva, seorang ahli lingkungan dan aktivis pertanian, mengartikan polikultur sebagai “keanekaragaman ekologis di bidang pertanian”. Dia menyoroti pentingnya menjaga keragaman genetik tanaman melalui polikultur untuk mencegah hilangnya variasi genetik yang dapat berdampak pada ketahanan pangan dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

Secara umum, para tokoh ini menekankan pentingnya polikultur dalam menjaga keberlanjutan pertanian, keseimbangan ekosistem, dan ketahanan pangan di masa depan. Polikultur dianggap sebagai pendekatan yang lebih alami, berkelanjutan, dan adaptif dalam mengelola tanaman dan sumber daya pertanian.

Sistem Tanam Polikultur di Indonesia

Lalu bagaimana dengan sistem polikultur yang sudah di jalan di Indonesia? Rupanya, praktik polikultur ini telah lama menjadi bagian dari tradisi pertanian di Indonesia dan memiliki berbagai manfaat, termasuk efisiensi penggunaan lahan, peningkatan produktivitas, dan keberlanjutan ekologi. Berikut beberapa contoh dan ciri sistem polikultur di Indonesia:

  • Pertanian Berbasis Padi – Palawija

Di daerah pertanian, seperti di Jawa, praktik polikultur umumnya melibatkan budidaya padi sebagai tanaman utama dan palawija (tanaman semusim lain seperti jagung, kacang-kacangan, dan ubi-ubian) sebagai tanaman pendamping. Padi berfungsi sebagai tanaman utama yang menghasilkan pangan pokok, sementara palawija memberikan variasi hasil dan nutrisi, serta dapat mengendalikan hama dan penyakit.

  • Sistem Tumpangsari

Ini adalah contoh umum polikultur di Indonesia, di mana beberapa jenis tanaman ditanam bersama dalam satu lahan untuk mengoptimalkan penggunaan lahan dan sumber daya. Misalnya, tanaman berumpun seperti jagung atau cabai dapat ditanam bersama tanaman rambutan atau kakao yang lebih tinggi.

  • Pertanian Berbasis Padi – Pisang

Di beberapa daerah, terutama di Bali dan Nusa Tenggara, praktik polikultur melibatkan padi sebagai tanaman utama dan pisang sebagai tanaman pendamping. Tanaman pisang memberikan naungan alami bagi padi, membantu menjaga kelembaban dan mengurangi erosi tanah.

  • Pertanian Hutan Tanaman Rakyat (HTR)

Di daerah tropis seperti Kalimantan, polikultur juga dapat mencakup pohon-pohon kayu, buah-buahan, dan tanaman palawija yang ditanam bersama-sama dalam satu lahan. Ini mendukung pelestarian hutan dan sumber daya alam.

  • Perkebunan Campuran

Polikultur juga terjadi dalam konteks perkebunan. Contohnya adalah perkebunan kopi yang seringkali juga mencakup tanaman buah seperti jeruk atau pisang, serta sayuran.

  • Akuakultur dan Pertanian

Dalam beberapa kasus, polikultur juga melibatkan budidaya ikan bersama tanaman padi atau palawija. Ini dikenal sebagai “integrasi akuakultur-pertanian” yang dapat memberikan manfaat saling menguntungkan.

Jenis-Jenis Pola Tanam Polikultur

Agar lebih mudah, kamu bisa memilih jenis tanam polikultur berdasarkan metode penanamannya. Berikut beberapa jenis polikultur berdasarkan metode penanaman:

  • Tanam Lapis Tunggal (Single Storey Cropping)

Dalam metode ini, tanaman ditanam pada satu tingkat lapisan saja. Ini adalah polikultur sederhana di mana beberapa jenis tanaman yang berbeda ditanam dalam satu baris atau bedengan.

  • Tanam Lapis Ganda (Double Storey Cropping)

Dalam metode ini, dua tingkat lapisan tanaman ditanam bersama. Contohnya, tanaman tinggi seperti jagung ditanam bersama tanaman rendah seperti kacang hijau.

  • Tanam Lapis Berganda (Multiple Storey Cropping)

Lebih dari dua tingkat lapisan tanaman ditanam bersama. Misalnya, tanaman pohon tinggi ditanam bersama tanaman semak di bawahnya, yang kemudian ditanam bersama tanaman semusim.

  • Tanam Bergantian (Crop Rotation)

Dalam metode ini, jenis tanaman yang berbeda ditanam secara bergantian pada periode tertentu. Praktik ini membantu meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi risiko hama dan penyakit.

  • Tanam Campuran (Mixed Planting)

Tanaman yang berbeda ditanam secara acak atau campuran dalam satu lahan. Ini menciptakan variasi dan membantu menghindari pemusatan hama.

  • Tanam Susulan (Intercropping)

Jenis tanaman yang berbeda ditanam secara bersamaan dalam satu lahan. Tanaman pendek ditanam di antara tanaman yang lebih tinggi untuk memanfaatkan ruang yang tersedia.

  • Tanam Tumpang Sari (Companion Planting)

Praktik ini melibatkan penanaman dua atau lebih jenis tanaman yang memiliki hubungan simbiosis yang menguntungkan. Misalnya, tanaman yang memiliki sifat mengusir hama ditanam bersama tanaman yang rentan terhadap hama tersebut.

  • Tanam Berkelompok (Cluster Planting)

Tanaman yang memiliki kebutuhan dan kepentingan serupa ditanam dalam kelompok atau gugusan tertentu. Ini membantu pengelolaan dan pemeliharaan.

Kelebihan dan Kekurangan Polikultur

Melansir dari Jawapos, polikultur membawa keuntungan seperti yang terjadi di Desa Sebatuan. Petani di desa tersebut bisa memproduksi 495 ton atau senilai 9 miliar rupiah per tahun. Mereka mengembangkan komoditas bandeng dan udang windu. Selain itu, apalagi keuntungan dari polikultur?

  • Kelebihan Polikultur
    1. Diversifikasi Hasil : Polikultur dapat menghasilkan berbagai jenis produk pertanian atau hewan dari satu lahan atau sistem, yang dapat membantu mengurangi risiko kerugian jika satu tanaman atau hewan menghadapi masalah.
    2. Pengendalian Hama dan Penyakit : Kombinasi berbagai jenis tanaman atau hewan dapat membantu mengurangi penyebaran hama dan penyakit. Beberapa tanaman mungkin memiliki sifat yang mengusir hama tertentu atau meningkatkan keberlanjutan sistem secara keseluruhan.
    3. Efisiensi Sumber Daya : Polikultur dapat memaksimalkan pemanfaatan sumber daya seperti air, nutrisi, dan cahaya matahari. Berbagai jenis tanaman atau hewan dalam sistem polikultur dapat memanfaatkan lapisan ekologi yang berbeda dalam ruang dan waktu.
    4. Meningkatkan Keberlanjutan : Sistem polikultur yang seimbang dapat membantu mencegah degradasi tanah dan kerusakan lingkungan karena beragam tanaman atau hewan dapat saling mendukung dalam hal nutrisi dan sirkulasi air.
    5. Peningkatan Pendapatan Petani : Dengan menghasilkan berbagai produk pertanian atau hewan, petani dapat memiliki sumber pendapatan yang lebih beragam dan stabil.
  • Kekurangan Polikultur

Selain kelebihan, kamu juga harus melakukan mitigasi terkait kekurangan dari polikultur, di antaranya:

    1. Manajemen Lebih Kompleks : Polikultur memerlukan pemahaman dan manajemen yang lebih kompleks dibandingkan dengan monokultur, karena berbagai jenis tanaman atau hewan memiliki kebutuhan dan tuntutan yang berbeda.
    2. Pengaturan Waktu yang Sulit : Tanaman atau hewan yang berbeda mungkin memiliki siklus pertumbuhan dan panen yang berbeda, sehingga mengatur waktu dengan efisien menjadi lebih sulit.
    3. Kesesuaian Lingkungan yang Berbeda : Beberapa tanaman atau hewan mungkin lebih cocok tumbuh dalam lingkungan tertentu daripada yang lain. Kombinasi yang tidak tepat dapat mengurangi produktivitas dan keseimbangan sistem.
    4. Keterbatasan Pengetahuan : Polikultur memerlukan pengetahuan mendalam tentang interaksi antara berbagai jenis tanaman atau hewan, yang mungkin tidak dimiliki oleh semua petani.

Setiap jenis metode penanaman polikultur memiliki tujuan dan manfaat yang berbeda, tergantung pada kondisi lingkungan, tujuan pertanian, dan jenis tanaman yang dibudidayakan. 

Polikultur memang dapat mendatangkan keuntungan yang stabil dan dari segi nominal pun tinggi. Selain sistem yang mendukung, kamu juga bisa melengkapi dengan cara penjualan yang efektif.

PasarMIKRO dapat menjadi para petani yang ingin menjual komoditasnya ke para pedagang atau tengkulak yang terpercaya. Bahkan para petani tidak usah takut, kalau pembayarannya dibayar dengan cara tempo karena di PasarMIKRO menyediakan program Talangin sebagai solusi pembiayaan untuk para pedagang.

Dengan Talangin, pedagang tidak usah khawatir membeli komoditas saat harga tidak menentu. Cari tahu seputar PasarMIKRO dan rasakan manfaatnya, unduh sekarang juga di Google Play Store.

Tertarik untuk mencoba PasarMIKRO? Dan ingin bertanya seputar fitur yang ada di PasarMIKRO? Kamu bisa isi form di bawah ini dan tim kami akan menghubungi mu segera. 

Form Lead Generation - Polikultur
PasarMIKRO - Transaksi antara Pedagang dan Petani

PasarMIKRO, Aplikasi Perdagangan untuk Petani, Peternak, Nelayan dan Pedagang Pertama dan No. 1 di Indonesia

Tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang untuk memulai perubahan, bergabunglah dengan komunitas perdagangan terpercaya hanya di PasarMIKRO!

Play Store Badge
Aplikasi Digitalisasi Perdagangan Agrikultur

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tips Memilih Kolaborasi Agribisnis untuk Mendatangkan Penawaran dan Permintaan yang Tinggi

Apa itu Agribisnis dan Bagaimana Tolak Ukur Kesuksesannya?

Cara yang Harus Dilakukan Nelayan untuk Beradaptasi dengan Perubahan Iklim dan Kondisi Laut

Inilah Cara Meningkatkan Produktivitas dan Pengendalian Penyakit pada Pohon Buah Naga