Home » Mengenal Lebih Jauh Tentang Monokultur dan Solusi Sistem Tanam yang Cocok di Indonesia
PasarMIKRO - Pertanian Monokultur

Mengenal Lebih Jauh Tentang Monokultur dan Solusi Sistem Tanam yang Cocok di Indonesia

Ingin tahu lebih lanjut mengenai monokultur mulai dari pengertian, kelebihan dan kekurangan, serta sistem penanaman sayur seperti apa yang cocok digunakan di Indonesia? Yuk baca sampai akhir!

Monokultur, salah satu sistem penanaman sayur yang dilakukan di Indonesia. Komoditas pangan yang sering ditanam dengan penanaman monokultur misalkan jagung, padi, sampai kedelai. Akan tetapi, menurut Dosen dan peneliti pertanian-pangan dari ITB, monokultur tidak cocok digunakan di Indonesia. 

Ingin tahu lebih lanjut mengenai monokultur mulai dari pengertian, kelebihan dan kekurangan, serta sistem penanaman sayur seperti apa yang cocok digunakan di Indonesia? Yuk baca sampai akhir!

Pengertian Monokultur

Monokultur adalah praktik menanam satu jenis tanaman secara berulang-ulang di suatu area pertanian. Atau monokultur juga bisa diartikan sebagai kegiatan budidaya tanaman di lahan pertanian yang hanya menanam satu jenis tanaman dalam waktu satu tahun. 

Pertanian monokultur sudah banyak diperdebatkan oleh berbagai tokoh dalam dunia pertanian. Misalkan saja Rachel Carson, seorang konservasionis terkenal, mengkritik monokultur karena dapat mengganggu keseimbangan alami ekosistem dan meningkatkan risiko kerusakan akibat hama dan penyakit.

Sementara itu, Norman Borlaug, tokoh penting dalam Revolusi Hijau, menganggap monokultur sebagai salah satu cara untuk meningkatkan produktivitas dan mengatasi kelaparan global. Pendapat ini didasarkan pada pandangan bahwa fokus pada satu jenis tanaman memungkinkan pengembangan teknologi pertanian yang lebih spesifik.

Sistem Tanam Monokultur di Indonesia

Pertanian monokultur adalah penanaman satu jenis tanaman atau tunggal. Sistem pertanian monokultur kurang tepat diterapkan di Indonesia karena Indonesia merupakan negara tropis yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. 

Di Indonesia, praktik monokultur memiliki implikasi yang signifikan. Salah satu contohnya adalah monokultur kelapa sawit. Meskipun kelapa sawit memberikan kontribusi besar terhadap ekonomi Indonesia, praktik monokultur kelapa sawit telah menuai kritik karena dampak deforestasi, hilangnya habitat, dan perubahan iklim yang terkait dengannya.

Oleh karena itu, untuk tetap melaksanakan pertanian berkelanjutan, dalam beberapa tahun terakhir, penanaman kelapa sawit sudah digabungkan dengan tanaman kebun lainnya. Langkah ini bertujuan untuk mengurangi dampak negatif monokultur dan menjaga keberlanjutan lingkungan.

Kelebihan dan Kekurangan Monokultur

Contoh umum dari tanaman yang sering ditanam dengan pola monokultur adalah padi, jagung, tebu, dan kelapa sawit. Di banyak daerah, monokultur dari tanaman-tanaman ini telah menjadi praktik umum karena tujuan peningkatan hasil dan efisiensi. 

Itulah secara kelebihannya dari sisi produksi. Akan menurut Angga Dwiartama selaku Dosen dan peneliti sosiologi pertanian- pangan menyatakan bahwa ketika sistem pertanian monokultur dibuat masif akan banyak hama yang datang. 

Agar lebih jelas, kamu bisa cari tahu kelebihan dan kekurangan pertanian monokultur yang telah kami siapkan dan rangkum dari berbagai sumber.

Kelebihan Monokultur

  1. Manajemen yang Mudah

Fokus pada satu jenis tanaman membuat pengelolaan lahan menjadi lebih sederhana. Proses seperti penyiraman, pemupukan, dan perlindungan tanaman dari hama dan penyakit dapat dilakukan secara konsisten.

  1. Peningkatan Produktivitas Awal

Tanaman yang sama memiliki kebutuhan nutrisi dan lingkungan yang serupa. Ini memungkinkan petani untuk menyediakan kondisi optimal bagi pertumbuhan tanaman tertentu, yang dapat menghasilkan hasil panen awal yang melimpah.

  1. Keuntungan Ekonomi

Fokus pada satu jenis tanaman dapat memudahkan dalam pemasaran dan distribusi hasil panen. Petani dapat membangun reputasi dalam produksi jenis tanaman tertentu, memungkinkan negosiasi harga yang lebih baik.

Kekurangan Monokultur

  1. Penurunan Kesuburan Tanah

Penanaman berulang kali tanaman yang sama dapat mengakibatkan penurunan kualitas dan kesuburan tanah. Kekurangan nutrisi tertentu dan penumpukan patogen tanaman dapat terjadi.

  1. Peningkatan Risiko Hama dan Penyakit

Monokultur menciptakan lingkungan yang ideal bagi perkembangan hama dan penyakit tertentu. Jika organisme patogen menyerang tanaman, dampaknya dapat lebih luas dan merusak.

  1. Ketergantungan pada Satu Pasar

Jika pasar untuk tanaman tersebut mengalami perubahan drastis, petani yang mengandalkan monokultur dapat menghadapi risiko ekonomi yang besar.

Solusi Meminimalisir Pertanian Monokultur

Para petani mulai menghindari tanaman monokultur walaupun pada saat itu padi adalah tanaman terbaik untuk ditanam karena iklim yang kondusif. Penyebab mereka enggan untuk menanam padi di semua lahan pertanian karena dikhawatirkan akan terjadi organisme penyakit tanaman (OPT) yang terus menerus. Yang bisa berakibat para petani di daerah itu mengalami kerugian. 

Apa yang mereka lakukan? Nah, kamu bisa mempraktikannya di daerah kamu ya! 

Para petani yang berada di kawasan pertanian andalan yaitu daerah Lembah Sungai, Brantas, melakukan strategi sebagai berikut:

  • Melakukan Sistem Tanaman Berseling

Istilah yang digunakan untuk sistem ini adalah Polikultur. Polikultur adalah menanam beberapa jenis tanaman bersamaan dapat mengurangi risiko monokultur dan meningkatkan keragaman hasil panen. Hal ini dapat membantu menjaga kesuburan tanah, mengurangi penggunaan pestisida, dan meningkatkan keanekaragaman hayati.

Contohnya petani asal Pare memiliki lahan pertanian 1,5 hektar. Lahan 1 hektar ia gunakan untuk menanam tebu yang bisa dipanen pada Agustus sebagian lagi ditanam berselang padi, sayur sawi,dan cabe.

  • Menghindari Penanaman Serentak

Berbagai desa memiliki waktu yang berbeda untuk menanam padi. Jadi, di desa itu ada padi yang baru ditanam, ada yang sudah menguning, dan juga ada yang sudah panen. Tujuan dilakukan hal ini untuk meminimalisir serangan hama. Sehingga tidak semua tanaman padi yang ada di daerah itu terkena serangan OPT di waktu yang sama. Selain itu, mereka juga menyiasati kekurangan tenaga kerja.

Mereka juga memikirkan pertimbangan harga pasar, lho!  Dengan waktu penanaman padi yang berbeda membuat harga di pasar bisa terkendali karena hasil panen tidak berlimpah.

Selain cara-cara di atas yang dilakukan oleh para petani di kawasan lembah Sungai Brantas, kamu juga bisa melakukan hal-hal di bawah ini:

  • Rotasi Tanaman

Selain sistem polikultur seperti yang dilakukan oleh para petani di atas. Kamu juga bisa menerapkan sistem pertanian rotasi tanaman yaitu bergantian jenis tanaman di lahan. Yang bermanfaat dapat membantu menjaga kesuburan tanah dan mengurangi risiko hama dan penyakit.

  • Penggunaan Pupuk Organik

Penggunaan pupuk organik adalah salah satu cara untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mengurangi penggunaan pestisida. Pupuk organik berasal dari bahan-bahan alami, seperti kompos, pupuk kandang, dan pupuk hijau.

  • Konservasi Tanah

Konservasi tanah adalah kegiatan untuk menjaga tanah dari erosi. Konservasi tanah dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti menanam pohon, membuat terasering, dan menggunakan mulsa.

Kesimpulan

Apa itu monokultur yakni sistem pertanian yang menanam satu jenis tanaman di lahan pertanian. Dari segi kelebihan memang sistem pertanian monokultur lebih mudah dan memungkinkan mendapatkan hasil panen yang melimpah. Sayangnya, penanaman monokultur membuat lahan pertanian menjadi ringkih dan mendatangkan banyak hama. 

Para petani bisa tetap mendatangkan banyak keuntungan dengan menggunakan sistem pertanian seperti polikultur, rotasi tanaman, dan memiliki waktu yang berbeda saat penanaman. Selain itu, para petani juga harus sudah terbiasa melakukan survei di daerah lainnya untuk memilih jenis tanaman yang potensial untuk ditanam, agar tidak terjerumus kelebihan produksi. 

Untuk memaksimalkan penjualan, para petani bisa mulai beradaptasi dengan teknologi seperti penggunaan aplikasi PasarMIKRO. Dengan aplikasi PasarMIKRO, para petani bisa menjual komoditasnya ke para pedagang yang ada di Indonesia. Bahkan, untuk memudahkan transaksi, pengguna PasarMIKRO yang sudah mendapatkan verifikasi bisa bertransaksi dengan bukan pengguna aplikasi PasarMIKRO melalui fitur LangsungAja. 

Tertarik untuk jual komoditas mu ke pedagang terpercaya yang ada di Indonesia? Yuk unduh aplikasinya melalui Google Play Store.

PasarMIKRO - Pertanian Berkelanjutan

PasarMIKRO, Aplikasi Perdagangan untuk Petani, Peternak, Nelayan dan Pedagang Pertama dan No. 1 di Indonesia

Tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang untuk memulai perubahan, bergabunglah dengan komunitas perdagangan terpercaya hanya di PasarMIKRO!

Play Store Badge
Aplikasi Digitalisasi Perdagangan Agrikultur

Pertanyaan Umum Seputar Pertanian Monokultur

Apa yang dimaksud dengan pertanian monokultur?

Pertanian monokultur adalah praktik bercocok tanam di mana satu jenis tanaman ditanam secara berulang-ulang pada lahan yang sama tanpa variasi tanaman lain.

Apa tujuan umum di balik praktik pertanian monokultur?

Tujuan umumnya adalah untuk memaksimalkan produksi tanaman tertentu dengan fokus pada efisiensi dan konsistensi hasil.

Apa manfaat dari pertanian monokultur?

Pertanian monokultur dapat menghasilkan hasil panen yang seragam dan mudah dikelola. Selain itu, bisa meningkatkan efisiensi dalam pemanenan dan penggunaan sumber daya.

Apa dampak negatif dari pertanian monokultur?

Dampak negatif termasuk penurunan keanekaragaman hayati, peningkatan risiko serangan hama dan penyakit, serta degradasi tanah akibat eksploitasi yang berlebihan.

Bagaimana monokultur dapat mempengaruhi kesuburan tanah?

Pertanian monokultur dapat menguras nutrisi tertentu dari tanah secara berlebihan, mengakibatkan penurunan kesuburan tanah dalam jangka panjang.

Apa alternatif untuk pertanian monokultur?

Alternatifnya adalah praktik pertanian polikultur atau rotasi tanaman, di mana berbagai jenis tanaman ditanam secara bersamaan atau bergantian untuk menjaga keseimbangan ekosistem.

Bagaimana dampak lingkungan dari pertanian monokultur?

Pertanian monokultur dapat menyebabkan pengurangan keanekaragaman hayati, gangguan ekosistem alami, dan pemusnahan habitat alami.

Apa contoh nyata dari pertanian monokultur?

Contoh nyata termasuk ladang jagung yang hanya menanam jagung, perkebunan kelapa sawit yang hanya menanam kelapa sawit, dan kebun anggur yang hanya menanam jenis anggur tertentu.

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tingkatkan Produksi Budidaya Ikan Nila dengan Teknologi Bioflok

5 Penyakit Ayam yang Viral dan Penanggulangannya

Harga Pakan Burung Puyuh Terus Naik, Ini Solusinya Agar Bisnis Tidak Bangkrut!

Cara yang Harus Dilakukan Nelayan untuk Beradaptasi dengan Perubahan Iklim dan Kondisi Laut