Home » Mengelola Pasca Panen : Penanganan, Penyimpanan, dan Pemasaran
PasarMIKRO - Pasca Panen

Mengelola Pasca Panen : Penanganan, Penyimpanan, dan Pemasaran

Prosedur dan perlakuan penanganan pasca panen berbeda-beda tergantung pada jenis komoditas yang dihasilkan.

Pasca panen yang tidak baik bisa menyebabkan kerugian 20-30%. Sehingga pendapatan para petani bisa menurun. Oleh karena itu, kamu harus tahu bagaimana cara penanganan, penyimpanan, sampai bagaimana pemasaran komoditas.

Apa itu Pasca Panen dan Tujuannya?

Pasca panen berada dalam kategori pasca produksi. Menurut jurnal “Penanganan Pasca Hasil Panen Pertanian” yang diterbitkan Universitas Padjadjaran, secara keilmuan pasca panen lebih tepat disebut pasca produksi. Pasca produksi terbagi ke dalam dua kategori, di antaranya

  1. Pasca panen
  2. Pengolahan

Dalam bidang pertanian, pasca panen adalah berbagai kegiatan, tindakan untuk menaikan kualitas hasil pertanian setelah panen sampai diterima di tangan konsumen. Tujuan pasca panen antara lain:

  • Mempertahankan Kualitas Produk

Salah satu tujuan utama dari pasca panen adalah untuk mempertahankan kualitas produk pertanian setelah panen. Hal ini melibatkan penanganan, penyimpanan, dan pengolahan yang benar agar produk tetap segar, aman, dan sesuai dengan standar kualitas yang diharapkan oleh konsumen.

  • Mengurangi Kerugian

Tujuan lain adalah untuk mengurangi kerugian pasca panen yang dapat terjadi akibat pembusukan, kerusakan fisik, atau serangan hama dan penyakit. Dengan manajemen yang baik, petani dapat mengurangi pemborosan makanan dan kerugian ekonomi yang dapat terjadi setelah panen.

  • Meningkatkan Nilai Ekonomi

Pengelolaan pasca panen yang efisien dapat meningkatkan nilai ekonomi dari hasil pertanian. Produk yang berkualitas tinggi dan tahan lama dapat dijual dengan harga yang lebih baik, meningkatkan pendapatan petani dan pemangku kepentingan dalam rantai pasokan pertanian.

Pasca Panen Berdasarkan Jenis Komoditas

Penanganan pasca panen adalah langkah penting dalam memastikan bahwa hasil tanaman tersebut tetap dalam kondisi baik dan sesuai untuk dikonsumsi atau digunakan sebagai bahan baku dalam pengolahan lebih lanjut. Prosedur dan perlakuan penanganan pasca panen berbeda-beda tergantung pada jenis komoditas yang dihasilkan. 

Di bawah ini adalah contoh penanganan pasca panen untuk beberapa jenis komoditas:

  1. Komoditas Perkebunan (seperti kopi, teh, tembakau)

Pengolahan Primer: Proses ini sering disebut sebagai pengolahan primer, yang bertujuan untuk menyiapkan hasil tanaman untuk industri pengolahan lebih lanjut. Perlakuan yang dapat dilakukan meliputi pelayuan, penjemuran, pengupasan, pencucian, fermentasi, dan sebagainya. Misalnya, pada kopi, biji kopi akan dipisahkan dari buah, dicuci, dan dijemur sebelum dikirim ke pabrik pengolahan kopi.

  1. Penanganan Pasca Panen pada Produksi Benih

Tujuan utama penanganan pasca panen pada produksi benih adalah untuk mempertahankan kualitas benih dan daya kecambahnya hingga waktu penanaman. Proses teknologi benih meliputi pemilihan buah, pengambilan biji, pembersihan, penjemuran, sortasi, pengemasan, penyimpanan, dan sebagainya. Ini adalah langkah penting dalam memastikan pertumbuhan tanaman yang sehat.

  1. Komoditas Tanaman Pangan (bijian, ubi-ubian, kacang-kacangan)

Pada komoditas seperti bijian (cereal/grains), ubi-ubian, dan kacangan yang dapat tahan lama disimpan, tujuan utama adalah mempertahankan komoditas dalam kondisi yang baik dan tetap enak dikonsumsi. Prosesnya meliputi pemipilan/perontokan, pengupasan, pembersihan, pengeringan (curing/drying), pengemasan, penyimpanan, dan langkah-langkah lainnya.

  1. Komoditas  Hortikultura (sayuran dan buah-buahan)

Komoditas hortikultura umumnya dikonsumsi segar dan rentan terhadap perubahan. Tujuan utama adalah mempertahankan kesegaran dan mencegah perubahan yang tidak diinginkan selama penyimpanan. Perlakuan dapat meliputi pembersihan, pencucian, pengikatan, curing, sortasi, grading, pengemasan, penyimpanan dingin, pelilinan, dan langkah-langkah lainnya.

Penanganan pasca panen yang tepat sangat penting untuk mengurangi pemborosan makanan, memastikan kualitas hasil tanaman, dan mendukung rantai pasokan pertanian yang berkelanjutan. Setiap jenis komoditas memiliki persyaratan khusus, dan pengetahuan tentang metode penanganan yang sesuai adalah kunci untuk mencapai kesuksesan dalam industri pertanian.

Cara Penanganan Pasca Produksi

Pada tahap penanganan pasca panen, ada beberapa langkah yang harus segera dilakukan setelah panen untuk menjaga kualitas dan mencegah kerusakan yang dapat mempengaruhi daya tahan komoditas penyimpanan. Langkah-langkah tersebut mencakup:

  1. Pengeringan (Drying)

Pengeringan bertujuan untuk mengurangi kadar air dalam komoditas. Pada biji-bijian, pengeringan dilakukan hingga kadar air tertentu untuk memungkinkan penyimpanan jangka panjang. Sedangkan pada bawang merah, pengeringan hanya dilakukan sampai kulit mengering.

  1. Pendinginan Pendahuluan (Precooling)

Precooling diterapkan pada buah-buahan dan sayuran buah segera setelah panen. Ini melibatkan penyimpanan produk dalam lingkungan yang dingin dan teduh untuk menghilangkan panas yang berasal dari kebun dan mengurangi penguapan. Idealnya, precooling sebaiknya dilakukan pada suhu rendah sekitar 10°C selama 1-2 jam jika fasilitas tersedia.

  1. Pemulihan (Curing)

Pemulihan diterapkan pada umbi-umbian dan rimpang seperti bawang merah, jahe, dan kentang. Contohnya, bawang merah, jahe, dan kentang dijemur selama 1-2 jam untuk mengeringkan tanah yang menempel pada umbi dan memudahkan pembersihan. Selanjutnya, komoditas ini disimpan di tempat yang dingin, sejuk, dan kering. Kentang bahkan harus disimpan dalam gelap untuk mencegah perkecambahan.

  1. Pengikatan (Bunching)

Pengikatan digunakan pada sayuran daun, umbi akar seperti wortel, dan buah yang memiliki tangkai, seperti rambutan dan lengkeng. Ini dilakukan untuk memudahkan penanganan dan mengurangi kerusakan selama penyimpanan.

  1. Pencucian (Washing)

Pencucian diterapkan pada sayuran daun yang tumbuh dekat dengan tanah untuk membersihkan kotoran dan menjaga kesegarannya. Pencucian juga dapat mengurangi residu pestisida dan hama penyakit yang mungkin terbawa. Pencucian disarankan menggunakan air bersih, dan penggunaan desinfektan sangat dianjurkan. Namun, tidak semua komoditas cocok untuk dicuci.

  1. Pembersihan dan Pemangkasan (Cleaning and Trimming)

Ini melibatkan pembersihan dari kotoran atau benda asing lainnya serta penghilangan bagian yang tidak diinginkan seperti daun, tangkai, atau akar yang tidak diinginkan.

  1. Sortasi

Sortasi adalah pemisahan komoditas yang layak dijual (marketable) dari yang tidak layak dijual, terutama yang cacat atau terkena hama atau penyakit agar tidak menular pada yang sehat.

Ini adalah tindakan-tindakan yang penting dalam penanganan pasca panen yang berkontribusi pada menjaga kualitas produk pertanian dan memastikan komoditas tetap berkualitas baik selama penyimpanan dan distribusi.

Cara Penyimpanan Pasca Panen

Dilansir dari  jurnal “Penanganan Pasca Hasil Panen Pertanian” yang diterbitkan Universitas Padjadjaran, tujuan penyimpanan pasca panen dapat membantu produsen mengatur penjualan komoditasnya dengan lebih baik, terutama jika ada fluktuasi harga sepanjang tahun. Selain itu, penyimpanan yang dilakukan dengan baik dapat menjadi solusi untuk menjaga pasokan komoditas yang stabil sepanjang tahun, bahkan di luar musim panen.

Penyimpanan pun memungkinkan komoditas pertanian tetap layak konsumsi atau dijual dalam jangka waktu yang lebih lama, sehingga mengurangi pemborosan dan kerugian.

Untuk memperpanjang ketahanan penyimpanan komoditas, beberapa langkah dapat diambil:

  1. Mengontrol Penyakit

Pemantauan dan pengendalian penyakit pasca panen sangat penting untuk menghindari penyebaran penyakit yang dapat merusak komoditas

  1. Mengatur Kondisi Atmosfer (C.A. Storage)

Pengaturan kondisi atmosfer dapat memperlambat proses pematangan dan penuaan komoditas.

  1. Perlakuan Kimia

Penggunaan bahan kimia tertentu, seperti insektisida atau fungisida, dapat membantu mencegah serangan hama dan penyakit.

  1. Penyimpanan Dingin (Refrigeration)

Penyimpanan dalam suhu dingin adalah cara yang efektif dan terjangkau untuk memperpanjang ketahanan penyimpanan, meskipun harus memperhatikan sensitivitas tanaman terhadap suhu rendah, dan menjaga rantai dingin agar tidak terputus.

Pemasaran Pasca Panen

Setelah memastikan produk memiliki kualitas yang baik, kamu bisa mulai memasarkan baik secara lokal maupun nasional. Lebih baik, kalau kamu bisa memanfaatkan penggunaan teknologi agar bisa menjangkau pasar yang luas. 

Pasar MIKRO dapat menjadi solusi untuk para petani agar dapat menjual hasil komoditasnya dalam jumlah yang banyak kepada tengkulak terpercaya. Dengan PasarMIKRO, para petani, peternak, ataupun nelayan tidak perlu khawatir jika pembeliannya akan dibayar dengan tempo atau waktu yang tidak jelas. Mengapa? Karena PasarMIKRO dengan fitur Talangin, akan membayarkan terlebih dulu transaksi yang dilakukan oleh pembeli atau tengkulak.

Tertarik untuk memasarkan hasil panen mu di PasarMIKRO dan menikmati berbagai fitur yang ada? Isi form di bawah ini, dan tim kami akan menghubungi kamu.

Form Lead Generation - Pasca Panen

Atau unduh aplikasinya sekarang di Google Play Store, gratis!

PasarMIKRO - Budidaya Ikan Mas

PasarMIKRO, Aplikasi Perdagangan untuk Petani, Peternak, Nelayan dan Pedagang Pertama dan No. 1 di Indonesia

Tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang untuk memulai perubahan, bergabunglah dengan komunitas perdagangan terpercaya hanya di PasarMIKRO!

Play Store Badge
Aplikasi Digitalisasi Perdagangan Agrikultur

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Raih Untung Ganda Budidaya Dengan Teknik Polikultur

Cara Beradaptasi dengan Perubahan Preferensi Konsumen dalam Agribisnis

Agroforestri, Praktik Pertanian yang Bisa Meningkatkan Taraf Ekonomi

Apa itu Agribisnis dan Bagaimana Tolak Ukur Kesuksesannya?