Home » Lebih Mudah dan Aman, Jual Hasil Sistem Aquaponik dengan Cara ini!
PasarMIKRO - Aquaponik

Lebih Mudah dan Aman, Jual Hasil Sistem Aquaponik dengan Cara ini!

Tertarik untuk mencoba jadi pembudidaya sistem aquaponik? Artikel ini akan mengulas seputar aquaponik sampai bagaimana kamu menjualnya.

Sistem aquaponik akan semakin meningkat karena tingginya permintaan pasar akan produk organik. Melansir dari Mordor Intelligence, market size aquaponik bisa mencapai USD 1,10 miliar

Tertarik untuk mencoba jadi pembudidaya sistem aquaponik? Artikel ini akan mengulas seputar aquaponik sampai bagaimana kamu menjualnya.

Peluang Usaha Aquaponik

Pasar Aquaponik
Sumber : Mordor Intelligence

Dalam waktu mendatang, pasar ini berpotensi tumbuh lebih lanjut dengan meningkatnya permintaan terhadap produk organik, pertanian dalam ruangan, dan solusi berkelanjutan. Aquaponik  akan terus berkembang seiring dengan kesadaran akan pentingnya pertanian yang lebih efisien, ramah lingkungan, dan berkelanjutan.

Melansir dari Mordor Inteligence, market size Aquaponik diperkirakan akan mencapai USD 1,10 miliar pada tahun 2023 dan tingkat pertumbuhan per tahun sebesar 9,60% untuk mencapai USD 1,75 miliar pada tahun 2028. Dari segi geografi, Indonesia mendukung untuk pengembangan sistem aquaponik ini.

Apa itu Aquaponik?

Aquaponik bisa dilakukan pada skala kecil sampai skala komersial. Aquaponik bisa menjadi alternatif untuk kamu yang ingin menjadi pembudidaya ikan sekaligus sayuran. Misalkan saja, pembudidaya ikan adalah mata pencaharian utama, dan hasil dari sayuran bisa dijadikan penghasilan tambahan. 

Jadi, apa pengertian aquaponik?

Aquaponik adalah sistem pertanian berkelanjutan yang mengkombinasikan akuakultur dan hidroponik dalam lingkungan yang bersifat simbiotik.

Akuakultur merupakan budidaya ikan sedangkan hidroponik adalah cara bercocok tanam tanpa tanah. Aquaponik atau akuaponik dalam istilah bahasa Indonesia dikenal juga dengan nama mina tani. Dengan menggunakan sistem aquaponik, kamu tidak perlu menyiram tanaman atau memberikannya pupuk setiap hari. Sistem aquaponik akan bekerja dengan cara air yang ada di kolam didorong ke atas menggunakan bantuan pompa sehingga bisa menyirami tanaman. 

Kamu bisa memilih jenis ikan apapun untuk sistem aquaponik dan untuk sayuran yang cocok ada dua macam yaitu sayuran daun dan sayuran buah. Berikut daftar ikan dan sayuran sebagai referensi.

Jenis Ikan untuk Aquaponik :

  • Tilapia
  • Ikan Mas Koki
  • Ikan Gurame
  • Ikan Lele
  • Ikan Nila
  • Ikan Patin
  • Ikan Bawal
  • Ikan Louhan

Tipe sayuran yang dapat diterapkan dalam sistem akuaponik yaitu sayuran yang dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari dan dapat menjadi komoditas ekonomi keluarga.

Jenis Sayuran untuk Aquaponik :

  • Selada
  • Bayam
  • Kale
  • Ketimun
  • Kubis
  • Sawi
  • Pak Choy
  • Daun Bawang
  • Daun Basil
  • Daun Mint

Pastikan untuk memilih jenis ikan dan sayuran yang sesuai dengan kondisi lingkungan, suhu, pH air, dan ketersediaan nutrisi di daerah kamu ya. Kesesuaian antara ikan dan tanaman sangat penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dalam sistem aquaponik.

Manfaat Aquaponik

Berikut adalah beberapa manfaat dari sistem pertanian dengan aquaponik.

  • Peningkatan Efisiensi Pemanfaatan Sumber Daya

Sistem aquaponik memanfaatkan sirkulasi air yang kontinyu antara kolam ikan dan tempat tumbuh tanaman. Nutrien yang berasal dari kotoran ikan diolah oleh bakteri menjadi bentuk yang dapat diserap oleh tanaman. Ini mengurangi pemborosan air dan nutrien, sehingga lebih efisien daripada sistem pertanian konvensional.

  • Pertumbuhan Tanaman yang Lebih Cepat

Nutrien yang disediakan oleh kotoran ikan memberikan dukungan optimal bagi pertumbuhan tanaman. Hasilnya, tanaman tumbuh lebih cepat dan lebih produktif dibandingkan dengan metode pertanian tradisional.

  • Kualitas Produk yang Tinggi

Tanaman dalam aquaponik cenderung memiliki kualitas yang lebih tinggi karena mendapatkan nutrisi yang seimbang. Ikan yang hidup dalam lingkungan yang baik juga memiliki kualitas yang lebih baik.

  • Hemat Air

Sistem aquaponik meminimalkan kebutuhan air dengan menggunakan sirkulasi air yang terjaga. Ini sangat menguntungkan di daerah yang mengalami krisis air.

  • Konservasi Lingkungan

Aquaponik mengurangi penggunaan pupuk kimia dan pestisida, menghindari pencemaran tanah dan air yang umumnya terjadi dalam pertanian konvensional. Ini membantu menjaga kesehatan ekosistem.

  • Diversifikasi Produksi

Sistem aquaponik memungkinkan budidaya ikan dan tanaman dalam satu sistem. Ini memberikan peluang bagi petani untuk mendiversifikasi produksi dan memperoleh pendapatan dari dua komponen yang berbeda.

  • Penghematan Energi

Aquaponik umumnya membutuhkan lebih sedikit energi dibandingkan dengan sistem pertanian konvensional. Ini karena tidak ada kebutuhan untuk alat olah tanah atau irigasi berlebih.

  • Pengajaran Pendidikan

Aquaponik dapat digunakan sebagai alat pendidikan yang efektif untuk mengajarkan prinsip-prinsip ilmu pengetahuan dan pertanian kepada siswa dan masyarakat.

  • Skalabilitas

Sistem aquaponik dapat diadaptasi untuk berbagai skala, dari skala rumah tangga hingga skala komersial. Ini memungkinkan siapa pun, termasuk petani kecil, untuk mengembangkan usaha pertanian.

  • Keragaman Nutrisi dalam Pangan

Aquaponik memungkinkan produksi tanaman sayuran yang kaya akan nutrisi dan ikan yang kaya akan protein, membantu mencapai keberagaman nutrisi dalam pangan.

Perbedaan Aquaponik dan Hidroponik

Perbedaan Aquaponik dan Hidroponik
  1. Sumber Nutrisi
    • Aquaponik : Nutrisi untuk pertumbuhan tanaman diperoleh dari kotoran ikan dan bakteri yang menguraikan limbah ikan. Sehingga menciptakan siklus alami di mana ikan memberikan nutrisi bagi tanaman dan tanaman membersihkan air untuk ikan.
    • Hidroponik : Nutrisi untuk pertumbuhan tanaman disediakan melalui larutan nutrisi yang dicampur dengan air. Nutrisi ini dapat diatur sesuai dengan kebutuhan tanaman tertentu.
  2. Penggunaan Air
    • Aquaponik : Lebih efisien dalam penggunaan air karena air dari tangki ikan digunakan ulang setelah disaring dan dimurnikan oleh tanaman. Sehingga dapat mengurangi kebutuhan air secara signifikan.
    • Hidroponik : Air umumnya tidak digunakan ulang dan memerlukan pasokan air yang lebih besar untuk menjaga larutan nutrisi tetap seimbang.
  3. Kualitas Produk
    • Aquaponik : Kualitas produk tanaman dalam aquaponik cenderung lebih baik karena nutrisi alami yang berasal dari sistem yang seimbang dan organik.
    • Hidroponik : Kualitas produk tergantung sepenuhnya pada larutan nutrisi yang diberikan. Jika campuran nutrisi tidak tepat, produk mungkin kurang kaya nutrisi.
  4. Diversifikasi Produksi
    • Aquaponik : Sistem ini menghasilkan dua jenis produk sekaligus, yaitu ikan dan tanaman.Sehingga dengan adanya diversifikasi produksi dapat menghasilkan keberlanjutan ekonomi.
    • Hidroponik : Hidroponik hanya berfokus pada pertumbuhan tanaman.

Cara Membuat Aquaponic

Ada dua cara untuk membuat aquaponic yaitu dengan sistem aquaponic sederhana dan aquaponic modern. Aquaponic sederhana lebih cocok untuk proyek rumah tangga atau pemula yang ingin mencoba konsep ini dengan biaya yang lebih terjangkau. Sementara itu, aquaponic modern memiliki keunggulan dalam hal produksi yang lebih besar, kualitas hasil yang lebih konsisten, serta pengelolaan yang lebih efisien berkat otomatisasi dan teknologi canggih.

Nah, di bawah ini kamu bisa mulai ikuti bagaimana cara membuat aquaponik modern seperti dilansir dari The Owner Builder Network.

  1. Bahan-bahan yang Harus Disiapkan
    • Akuarium : Tempat untuk budidaya ikan.
    • Wadah Tanaman : Tempat pertumbuhan tanaman.
    • Media Tanam : Substrat seperti kerikil, perlit, atau hidroton untuk menopang akar tanaman.
    • Pompa : Untuk sirkulasi air antara akuarium dan wadah tanaman.
    • Sistem Filter : Untuk membersihkan air dari limbah ikan dan sisa makanan.
    • Pompa Udara : Untuk menyediakan oksigen bagi ikan.
    • Sensor dan Pengendali : Untuk mengukur dan mengatur suhu, pH, dan nutrisi air.
    • Ikan : Ikan air tawar yang sesuai untuk budidaya.
    • Tanaman : Tanaman sayuran yang cocok untuk pertumbuhan dalam air.
  2. Tahapan Membuat Aquaponik Modern
    • Perancangan Sistem : Tentukan ukuran akuarium dan wadah tanaman, serta posisi komponen lain seperti pompa, filter, dan sensor.
    • Siapkan Wadah Tanaman : Isi wadah tanaman dengan media tanam dan atur letaknya sehingga air dapat mengalir kembali ke akuarium.
    • Siapkan Akuarium : Isi akuarium dengan air dan tambahkan ikan yang sesuai. Pastikan suhu air cocok untuk ikan yang dipilih.
    • Pasang Pompa dan Sistem Filter : Pasang pompa di akuarium dan sambungkan dengan sistem filter. Filter akan membersihkan air dari limbah ikan dan sisa makanan.
    • Pasang Pompa Udara : Pasang pompa udara untuk memberikan oksigen kepada ikan dalam akuarium.
    • Pasang Sensor dan Pengendali : Pasang sensor suhu, pH, dan nutrisi air. Hubungkan dengan pengendali untuk mengatur lingkungan air yang ideal.
    • Tambahkan Tanaman : Tanam bibit tanaman dalam media tanam di wadah yang sudah disiapkan. Pastikan akar tanaman dapat mencapai air.
    • Mulai Sirkulasi Air : Hidupkan pompa untuk memulai sirkulasi air antara akuarium dan wadah tanaman.
    • Pantau dan Atur Sistem : Pantau suhu, pH, dan nutrisi air secara berkala. Atur pompa dan pengendali sesuai kebutuhan.
    • Pemeliharaan Harian : Beri pakan ikan secara teratur dan periksa kesehatannya. Perhatikan pertumbuhan tanaman dan pastikan nutrisi mencukupi.
    • Panen dan Perawatan Tanaman : Ketika tanaman sudah tumbuh, mulailah panen secara berkala. Perawatan tanaman seperti penyulaman dan pemangkasan juga perlu dilakukan.
    • Monitoring dan Pengaturan : Terus monitor kesehatan ikan dan pertumbuhan tanaman. Sesuaikan parameter air bila diperlukan.

Aquaponik modern memerlukan pemahaman yang lebih mendalam tentang parameter air dan teknologi yang terkait. Dengan pemantauan yang cermat dan perawatan yang tepat, sistem ini dapat menghasilkan ikan dan tanaman yang sehat serta bermanfaat secara berkelanjutan.

Jual Hasil Sistem Aquaponik melalui PasarMIKRO

Setelah bisa menghasilkan komoditas ikan dan sayuran dari hasil sistem aquaponik. Saatnya, kamu memikirkan bagaimana melakukan identifikasi pasar. Bagaimana dan dengan cara apa komoditas mu dipasarkan. 

Cara jual tradisional yaitu menjual hasil panen ke pasar atau pedagang memungkinkan pembayaran ikan dan sayuran dari hasil aquaponic dibayar dengan cara tempo atau bisa juga kamu mendapatkan pedagang yang tidak terpercaya.

Oleh karena itu, untuk menghindari masalah di atas, kamu bisa menggunakan PasarMIKRO yang akan membantu kamu menjual hasil panen dari aquaponic ke para pedagang atau tengkulak yang sudah mendapatkan verifikasi dari aplikasi. 

Apalagi di PasarMIKRO, ada fitur LangsungAja yang membuat transaksi menjadi lebih mudah! Cukup satu orang penjual atau pembeli yang sudah terverifikasi di aplikasi, dan konfirmasi transaksi serta informasi pembayaran bisa melalui WhatsApp. Apa yang bisa dilakukan penjual atau pembeli melalui fitur LangsungAja?

  • Melakukan konfirmasi penjualan dan pembelian
  • Menerima Informasi pembayaran
  • Konfirmasi penerimaan paket komoditas

Masih banyak lagi fitur dari PasarMIKRO yang bisa membantu usaha kamu terus berkembang. Yuk, cari tahu program atau fitur PasarMIKRO yang cocok untuk kamu. Isi form di bawah ini dan tim PasarMIKRO akan menghubungi kamu!

Form Lead Generation - Aquaponik

Atau coba sekarang juga, unduh aplikasi PasarMIKRO di Google Play Store!

PasarMIKRO - Polikultur

PasarMIKRO, Aplikasi Perdagangan untuk Petani, Peternak, Nelayan dan Pedagang Pertama dan No. 1 di Indonesia

Tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang untuk memulai perubahan, bergabunglah dengan komunitas perdagangan terpercaya hanya di PasarMIKRO!

Play Store Badge
Aplikasi Digitalisasi Perdagangan Agrikultur

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Lebih Mudah Bertransaksi dengan Fitur LangsungAja!

Agroforestri, Praktik Pertanian yang Bisa Meningkatkan Taraf Ekonomi

Tips Memilih Kolaborasi Agribisnis untuk Mendatangkan Penawaran dan Permintaan yang Tinggi

Mengenal Lebih Jauh Tentang Monokultur dan Solusi Sistem Tanam yang Cocok di Indonesia