Home » 5 Penyakit Ayam yang Viral dan Penanggulangannya
PasarMIKRO - Penyakit Ayam

5 Penyakit Ayam yang Viral dan Penanggulangannya

Penyakit ayam menjadi faktor utama penurunan produktivitas hewan ternak. Cari tahu penyakit ayam apa saja yang sering dialami dan bagaimana cara menanggulanginya.

Penyakit ayam CRD (Chronic Respiratory Disease) yaitu penyakit pernafasan pada ayam yang disebabkan oleh Mycoplasma Gallisepticum, menempati peringkat pertama dari tahun 2019 sampai 2021 sebagai penyakit ayam yang paling mematikan. 

Penyakit ayam menjadi faktor utama penurunan produktivitas hewan ternak. Cari tahu penyakit ayam apa saja yang sering dialami dan bagaimana cara menanggulanginya.

Rangking Penyakit Pada Ayam

Perkembangan Penyakit Pada Ayam Pedaging Tahun 2019 - 2021

Kategori penyakit dibedakan berdasarkan jenisnya yaitu ayam petelur dan pedaging. Pada tahun 2021 kasus penyakit ayam pedaging dan petelur mengalami berbagai perubahan dan tren. Pada jenis pedaging penyakit disebabkan oleh infeksi bakteri termasuk CRD, Colibacillosis, dan CRD kompleks. Hal ini terjadi pada ayam petelur, penyakit disebabkan oleh bakteri termasuk CRD, Coryza, CRD Kompleks, dan kolera. Penyakit bakterial akan menyerang sistem pernafasan dan pencernaan ayam. 

Berdasarkan analisa kasus dari tim Technical Education and Consultation Medion (2021), IBH salah satu gangguan kesehatan yang sering terjadi pada ayam pedaging pada Januari – Juni 2021 lalu. Sedangkan pada ayam petelur penyakit IBH jarang terjadi. IBH terjadi pada ayam pedaging pada umur 3-4 minggu. Namun, peternak ayam petelur pun harus tetap berhati-hati karena infeksi IBH bisa merugikan khususnya pada transmisi virus dari induk ke anak ayam. 

Meskipun data ini diambil pada 2021 lalu, gangguan kesehatan yang terjadi pada ayam baik petelur dan pedaging tidak akan jauh disebabkan oleh penyakit bakterial. Yang biasanya akan meningkat saat musim penghujan.

Gejala Umum Ayam Terserang Penyakit

Setiap ayam yang terserang penyakit akan mengalami gejala umum terlebih dulu sebelum mengalami gejala khas tertentu.

  1. Penurunan Aktivitas : Ayam yang sakit cenderung menjadi lemah, lesu, dan kurang aktif daripada ayam yang sehat.
  2. Penurunan Nafsu Makan : Ayam yang sakit seringkali kehilangan nafsu makan, yang dapat menyebabkan penurunan berat badan.
  3. Perubahan Bentuk Fisik : Beberapa gangguan kesehatan dapat menyebabkan perubahan pada bentuk fisik ayam, seperti pembengkakan pada bagian tertentu atau perubahan pada tekstur bulu.
  4. Perubahan Kotoran : Kotoran ayam yang sakit mungkin berubah warna, konsistensi, atau bau. Ini bisa menjadi indikator adanya masalah pencernaan atau infeksi.
  5. Batuk, Bersin, atau Sesak Napas : Penyakit pernapasan seperti CRD atau Newcastle Disease dapat menyebabkan gejala seperti batuk, bersin, atau kesulitan bernapas.
  6. Mata dan Hidung Berair : Peningkatan sekresi pada mata dan hidung dapat menandakan masalah pernapasan atau infeksi.
  7. Perubahan Suara : Ayam yang sakit mungkin memiliki suara berbeda atau lebih lemah dari biasanya.
  8. Perubahan Perilaku : Ayam yang sakit dapat menjadi lebih pasif, berdiam diri di pojok kandang, atau terlihat lebih tertutup.
  9. Kemiringan Kepala atau Kelainan Neurologis : Beberapa penyakit dapat menyebabkan ayam miringkan kepala, berjalan dengan tidak stabil, atau menunjukkan tanda-tanda gangguan neurologis lainnya.
  10. Pembengkakan atau Borok : Penyakit tertentu dapat menyebabkan pembengkakan, lepuhan, atau borok pada berbagai bagian tubuh ayam.
  11. Tanda-tanda Pencernaan Buruk : Diare, sembelit, muntah, atau perubahan lain dalam pola pencernaan bisa menjadi gejala masalah pencernaan atau infeksi.
  12. Kehilangan Bulu : Beberapa penyakit dapat menyebabkan ayam merontokkan bulu secara berlebihan.

Penyakit Ayam dan Cara Menanggulanginya

Di bawah ini, kami akan mengulas 5 penyakit yang paling sering menyerang ayam petelur ataupun pedaging di antaranya Gumboro, IBH, CRD, ND atau Tetelo dan Kolera. Mulai dari ciri-ciri atau gejala, penyebab dan cara pengobatannya.

  1. Gumboro (Infectious Bursal Disease / IBD)

Gumboro adalah penyakit viral yang menyebabkan kerusakan pada kelenjar bursa Fabricius di dalam tubuh ayam, yang berperan dalam perkembangan sistem kekebalan tubuh. Biasanya menyerang ayam muda 3-6 minggu.

Ciri-Ciri / Gejala :

    • Ayam yang terinfeksi Gumboro cenderung menunjukkan kelemahan, depresi, kehilangan nafsu makan, diare, bulu kusam dan penurunan berat badan.

Penyebab :

    • Penyakit ini disebabkan oleh virus Gumboro (IBD) yang menyebar melalui kontak langsung dengan ayam yang terinfeksi atau melalui lingkungan yang terkontaminasi.

Pengobatan dan Penanggulangan :

    • Saat awal pisahkan ayam yang sakit. Berikan air gula 2-5%, untuk meringankan gejala demam berikan Paramed-S selama 5 hari. Jka terjadi infeksi bisa diberikan antibiotik.
  1. Infectious Bronchitis (IBH)

IBH adalah gangguan pernapasan akut pada ayam yang disebabkan oleh virus Infectious Bronchitis.

Ciri-Ciri / Gejala :

    • Gejalanya meliputi bersin, batuk, sesak napas, produksi telur yang tidak normal, dan penurunan produksi telur.

Penyebab :

    • Virus Infectious Bronchitis menyebar melalui udara dan kontak langsung dengan ayam yang terinfeksi.

Pengobatan dan Penanggulangan :

    • Vaksinasi menggunakan Medivac IBH dengan pengulangan dapat mencegah penyakit IBH pada masa produksi dan mengoptimalkan antibodi pada anakan.
  1. Chronic Respiratory Disease (CRD)

CRD adalah gangguan pernapasan kronis pada ayam yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma Gallisepticum dan faktor lain seperti virus.

Ciri-Ciri / Gejala :

    • Gejala meliputi batuk, bersin, lendir pada mata dan hidung, suara napas yang berdengung, dan penurunan produksi telur.

Penyebab :

    • Bakteri Mycoplasma Gallisepticum adalah penyebab utama, tetapi faktor lain seperti virus juga dapat berkontribusi.

Pengobatan dan Penanggulangan :

    • Pengobatan melibatkan pemberian antibiotik yang sesuai. Langkah-langkah pengendalian meliputi vaksinasi, isolasi ayam yang sakit, dan perawatan lingkungan yang bersih.
  1. Penyakit Newcastle Disease (ND / Tetelo)

ND adalah penyakit viral serius pada ayam yang dapat menyebabkan gejala pernapasan, pencernaan, atau bahkan gangguan neurologis.

Ciri-Ciri / Gejala :

    • Gejala meliputi diare, sesak nafas, pembengkakan pada kepala dan leher, kelainan saraf, dan penurunan produksi telur.

Penyebab :

    • Virus Newcastle Disease menyebar melalui kontak langsung dengan ayam yang terinfeksi atau melalui fomite (benda yang terkontaminasi).

Pengobatan dan Penanggulangan :

    • Pengobatan bisa dilakukan dengan pemberian vaksin ND Lasota pada ayam DOC umur 18 hari.
  1. Penyakit Kolera

Kolera adalah penyakit bakterial yang disebabkan oleh bakteri Pasteurella Multocida.

Ciri-Ciri /  Gejala :

    • Gejala meliputi kelemahan, kehilangan nafsu makan, suara napas yang berdengung, pembengkakan kepala atau leher, dan kematian tiba-tiba.

Penyebab :

    • Bakteri Pasteurella Multocida biasanya masuk melalui saluran pernapasan atau melalui luka pada kulit.

Pengobatan dan Penanggulangan :

    • Pengobatan melibatkan pemberian antibiotik. Langkah-langkah pengendalian termasuk vaksinasi, isolasi ayam yang sakit, dan penerapan praktik biosekuriti yang ketat.

Selain melakukan pengobatan pada ternak, kamu bisa melakukan mitigasi penyakit mulai dari pemberian vaksin yang tepat, menerapkan praktik biosecurity yaitu mengisolasi ayam baru yang masuk, membatasi lalu lintas manusia dan kendaraan, serta menjaga sanitasi kandang dan peralatan.

Peternak yang fokus pada kesehatan dan kesejahteraan ayam cenderung membangun reputasi yang baik di kalangan pedagang atau tengkulak. Pedagang atau tengkulak lebih mempercayai peternak yang menjaga kesehatan ayam dengan baik, karena ini mencerminkan komitmen terhadap kualitas dan etika peternakan.

Jual hasil ternak kamu baik itu telur atau daging ayam melalui aplikasi PasarMIKRO. Temukan berbagai kemudahan transaksi melalui online dengan cara aman dan mudah. Dengan aplikasi PasarMIKRO kamu bisa jual hasil komoditas ke berbagai pedagang dan tengkulak terpercaya yang sudah mendapatkan verifikasi dari PasarMIKRO. 

Apalagi dengan adanya fitur LangsungAja, transaksi semakin mudah!  Apa itu fitur LangsungAja? Fitur yang menjadi solusi bagi pengguna untuk bertransaksi dengan penjual atau pembeli yang belum terdaftar di aplikasi PasarMIKRO.Cukup salah satu baik itu penjual atau pembeli yang sudah mendapatkan verifikasi dari aplikasi. Dan nantinya, kamu bisa melakukan konfirmasi penjualan atau pembelian serta mendapatkan informasi pembayaran melalui WhatsApp. 

Tertarik untuk menggunakan fitur LangsungAja? Unduh aplikasi PasarMIKRO di Google Play Store. Atau isi form di bawah ini dan tim kami akan menghubungi kamu, segera!

Form Lead Generation - Penyakit Ayam

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mengenal Karakter, Jenis, dan Cara Mengendalikan Gulma

Raih Untung Ganda Budidaya Dengan Teknik Polikultur

Cara Menemukan Peluang Pasar Baru untuk Komoditas Agribisnis

Strategi Agribisnis Tetap Berjalan Saat Fluktuasi Harga