Home » Cara Meningkatkan Produktivitas Pohon Buah Naga
PasarMIKRO - Pohon Buah Naga

Inilah Cara Meningkatkan Produktivitas dan Pengendalian Penyakit pada Pohon Buah Naga

Berikut adalah cara meningkatkan produktivitas dan mengendalikan penyakit pada pohon buah naga agar produksi tidak menurun.

Pohon buah naga bisa jadi berbuah sepanjang tahun? Ya, buah naga bisa dipanen sepanjang tahun karena adanya inovasi. Inovasi yang bagaimana? Dan bagaimana untuk mengendalikan penyakit pada pohon buah naga agar produksi tidak menurun? Yuk baca tuntas artikel ini sampai selesai!

Buah Naga Komoditas Primadona

Buah naga merupakan komoditas agrikultur yang cocok dibudidayakan di daerah tropis. Pohon buah naga atau Hylocereus SP menjadi favorit para petani karena dalam proses budidayanya tidak terlalu sulit.  Selain tidak terlalu sulit, buah naga pun memiliki produksi yang tinggi. Misalkan saja para petani yang berada di Desa Sukamaju, Kabupaten Sinjai dalam sekali panen bisa menghasilkan 2 ton buah naga per-hektar. 

Pohon buah naga berasal dari Negara Meksiko, Amerika Tengah, dan Amerika Utara mulai dibudidayakan di Indonesia awal tahun 2000. Jenis pohon buah naga yang banyak dibudidayakan di Indonesia yaitu buah naga putih dan buah naga merah. Jenis buah naga merah yang paling banyak diminati oleh para pedagang ataupun konsumen karena rasanya yang manis dan memiliki nilai jual yang lebih tinggi dibandingkan buah naga putih. 

Buah naga memiliki sumber vitamin C, vitamin A, dan juga rendah kalori. Sayangnya, pohon buah naga yang primadona ini hanya memiliki puncak panen Oktober sampai April. Lalu bagaimana di luar bulan itu, off- season alias tidak berbuah. Sehingga para petani kurang diuntungkan apalagi dengan sistem konvensional tidak bisa memenuhi permintaan. Maka jadinya harga buah naga di pasaran menjadi naik drastis. 

Selain itu, para petani umumnya menanam buah naga dengan sistem monokultur dan bibit pohon buah naga diperbanyak dengan stek. Dari kedua hal tersebutlah yang memicu terjadinya serangan hama maupun patogen. Saat pohon buah naga banyak diserang oleh hama dan penyakit, produktivitas buah naga pun bisa menurun.

Meningkatkan Produktivitas Pohon Buah Naga dengan Lampu Listrik

Salah satu masalah dari kendala budidaya buah naga bisa diatasi. Dan kamu pun bisa melakukannya di lahan karena caranya sangat mudah. Melansir dari Kompas, petani buah naga asal Kabupaten Banyuwangi Jawa Timur, bisa memanen buah naga empat kali dalam setahun. 

Ia adalah Suprat. Ia memiliki lahan empat hektar dan memanfaatkan lampu listrik di sela-sela tanaman buah naga. Kurang lebih ada 1000 bohlam yang digunakannya. Apa yang dilakukannya, ikuti cara di bawah ini ya!

  1. Saat pohon buah naga tidak berbuah lagi, hidupkan lampu listrik selama 21 hari yaitu pada malam hari pukul 18.00 sampai 05.00. Cahaya lampu dapat merangsang pertumbuhan pohon buah naga meskipun saat off-season.
  2. Lakukan penyiraman khususnya saat musim kemarau. Meskipun pohon buah naga tergolong tanaman jenis kaktus ia akan sulit berbuah kalau kekurangan air. Sedangkan di musim penghujan, metode penyiraman dapat diganti dengan pengairan total pada lahan dengan sistem penggenangan.
  3. Melakukan pengendalian terhadap hama dan juga penyakit yang menyerang tanaman buah naga.

Dari jurnal perlindungan tanaman Indonesia yang diterbitkan oleh Universitas Gadjah Mada,  jamur merupakan penyakit yang paling banyak menyerang tanaman buah naga. Meskipun ada juga penyebab lainnya seperti bakteri, nematoda, bahkan virus.

Penyakit pada Buah Naga dan Pengendaliannya

Masih dari jurnal mengenai perlindungan tanaman Indonesia, kasus yang terjadi pada lahan atau kebun pertanian buah naga di Kabupaten Sleman disebabkan jarak tanaman yang terlalu rapat dan sanitasi lahan yang buruk. Penyakit-penyakit yang bisa menyerang tanaman buah naga, di antaranya:

  1. Busuk Coklat (Fusarium Sp)
  • Gejala : Busuk coklat adalah penyakit jamur yang menyebabkan bercak coklat cekung pada batang, daun, dan buah dari pohon buah naga. Awalnya bercak coklat berukuran kecil kemudian membesar dan tidak lunak.
  • Pengendalian : Untuk mengendalikan busuk coklat, kamu bisa menggunakan fungisida yang berlabel khusus untuk digunakan pada tanaman buah naga. Selain itu, untuk membantu mencegah busuk coklat, kamu bisa melakukan sanitasi yang baik, seperti membuang dan menghancurkan bahan tanaman yang terinfeksi, dan mendisinfeksi alat dan perlengkapan.
  1. Antraknosa (Colletotrichum Sp)
  • Gejala : Antraknosa adalah penyakit jamur yang ditandai dengan ditandai dengan adanya becak cokelat kehitaman yang biasanya berbentuk bulat dan agak cekung. Lesi pada akhirnya dapat menyebabkan kematian tanaman.
  • Pengendalian : Untuk mengendalikan penyakit antraknosa, kamu dapat mengatur cabang yang tumbuh agar tidak terlalu rapat antara satu dan lainnya, potong bagian tanaman atau daun buah naga yang terkena antraknosa kemudian dibakar. Jika kemunculan penyakit ini sudah banyak di lahan, maka dapat dilakukan penyemprotan fungisida dengan bahan aktif Azoksistrobin, Propineb, Dimetomorf, tembaga Hidroksida, Kaptan, Metil Tiofanat, Klorotalonil, Benomil, Mankozeb, dan Metalaksil.
  1. Busuk Batang
  • Gejala : Busuk batang adalah penyakit jamur yang menyebabkan bercak coklat cekung pada batang pohon buah naga. Setelah itu akan berubah warna menjadi kuning.
  • Pengendalian : Untuk mengendalikan penyakit busuk batang, Anda dapat menggunakan fungisida yang berlabel khusus untuk digunakan pada tanaman buah naga. Anda juga dapat membantu mencegah busuk batang dengan menanam pohon buah naga di tanah yang dikeringkan dengan baik, dan dengan menghindari penyiraman di atas kepala.
  1. Busuk Hitam
  • Gejala : Busuk hitam merupakan penyakit jamur yang menyebabkan bercak hitam cekung pada batang, daun, dan buah dari tanaman buah naga. Jika dipencet akan mengeluarkan lendir.
  • Pengendalian : Untuk mengendalikan busuk hitam, Anda dapat menggunakan fungisida yang berlabel khusus untuk digunakan pada tanaman buah naga. Anda juga dapat membantu mencegah busuk hitam dengan mempraktikkan sanitasi yang baik, seperti membuang dan menghancurkan bahan tanaman yang terinfeksi, serta mendisinfeksi alat dan perlengkapan.
  1. Kanker Batang
  • Gejala : gejala awal penyakit kanker batang dan buah pada tanaman buah naga adalah bercak kecil bulat berwarna putih dan sedikit cekung, pada bagian tengah bercak terlihat lubang halus seperti bekas tusukan jarum. Gejala awal umumnya ditemukan pada tunas muda.
  • Pengendalian : kerok bagian batang yang terkena penyakit dan oleskan fungisida secara merata.
  1. Akar Puru
  • Gejala : Akar puru merupakan penyakit bakteri yang menyebabkan busuk akar pada tanaman buah naga. Itu disebarkan oleh air.
  • Pengendalian : Akar puru belum ada obatnya, sehingga tanaman yang terserang harus dimusnahkan. Untuk membantu mencegah puru akar, kamu dapat menghindari penyiraman di atas kepala, dan menanam pohon buah naga di tanah yang berdrainase baik.

Pengendalian penyakit pada tanaman buah naga akan lebih efektif kalau terlebih dulu kamu mengidentifikasikan jenis penyakit tersebut kemudian melakukan pengendalian atau pengobatan. Yang lebih utama, menjaga kondisi atau kelembaban tanah. Ideal kelembaban untuk budidaya tanaman buah naga menurut Saparinto dan Susiana (2016) berkisar 70-90%.

Peluang Pasar Agribisnis

PasarMIKRO, Aplikasi Perdagangan untuk Petani, Peternak, Nelayan dan Pedagang Pertama dan No. 1 di Indonesia

Tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang untuk memulai perubahan, bergabunglah dengan komunitas perdagangan terpercaya hanya di PasarMIKRO!

Play Store Badge
Aplikasi Digitalisasi Perdagangan Agrikultur

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Strategi Bertransaksi Tepercaya dan Aman antara Petani dan Pedagang

Cara Beradaptasi dengan Perubahan Preferensi Konsumen dalam Agribisnis

Strategi Agribisnis Tetap Berjalan Saat Fluktuasi Harga

Tingkatkan Produksi Budidaya Ikan Nila dengan Teknologi Bioflok