
Dari kebun sampai ke cangkir, kopi melewati lapisan transaksi informal tanpa keterbukaan, verifikasi, atau jalan keluar saat ada masalah. PasarMIKRO membangun infrastruktur dagang digital terverifikasi yang selama ini tidak ada di hulu.
Kopi di cangkir Anda kemungkinan besar sudah melewati 5 perantara sebelum sampai ke tangan Anda, dan petani yang menanamnya mungkin hanya menerima kurang dari 3% dari harga yang Anda bayar.
Soal kepercayaan, bukan soal pasokan
Masalahnya sebenarnya bukan di rantai pasok. Masalahnya ada di kepercayaan.
Tidak ada keterbukaan, tidak ada verifikasi, dan tidak ada jalan keluar ketika terjadi masalah. Yang ada hanya lapisan demi lapisan transaksi informal yang menggerus nilai di setiap langkah.
Industri pertanian global terus berjalan seolah keadaan ini tidak bisa diubah. Padahal bisa.
Pasokan dan permintaannya sudah ada
Indonesia sendiri punya jutaan petani kecil yang menghasilkan komoditas paling dicari di dunia: beras, kopi, jagung, tuna, dan serat alam.
Pasokannya ada. Permintaannya juga ada. Yang selama ini belum ada adalah infrastruktur untuk menghubungkan keduanya secara adil dan transparan.
Apa yang kami bangun
Di PasarMIKRO, kami membangun ekosistem perdagangan digital yang sepenuhnya terverifikasi. Empat hal sudah tertanam sejak awal:
Platform kami telah mendukung lebih dari USD 88 juta nilai perdagangan, dengan lebih dari 8.000 bisnis di platform dan lebih dari 30.000 transaksi digital nontunai.
Alat, kepercayaan, dan kerja di lapangan
Hulu rantai pasok yang informal tidak harus terus bermasalah. Yang dibutuhkan adalah alat yang tepat, lapisan kepercayaan, dan orang-orang yang mau bekerja keras langsung di lapangan. Itulah pekerjaan kami.
Jika Anda membeli kopi atau komoditas lain dari Indonesia dan menginginkan hulu rantai pasok yang bisa diverifikasi, hubungi kami di hello@pasarmikro.id.
Tag
- Kopi
- Hulu rantai pasok
- Ketertelusuran
- Petani kecil


