Skip to content
Semua studi kasus

Perajin rotan perempuan di Cirebon membawa usaha subkontrak mereka ke PasarMIKRO

Oleh PasarMIKRO

Anggota tim PasarMIKRO berbincang dengan seorang subkontraktor rotan dalam sebuah pertemuan

Tiga perempuan pemilik usaha subkontrak rotan di Cirebon, dan bagaimana platform PasarMIKRO membuat pembayaran dan transaksi mereka lebih jelas.

Di balik setiap produk rotan yang sampai ke pasar global, ada seorang perempuan yang bangun sebelum subuh, menyelesaikan pekerjaan rumah, lalu menghabiskan sisa harinya untuk menganyam. Di Cirebon, PasarMIKRO bekerja bersama para subkontraktor rotan yang terampil: perempuan yang menjadikan kerajinan turun-temurun sebagai mata pencaharian yang berkelanjutan.

Tantangan

Subkontraktor rotan adalah usaha mikro. Para perempuan yang menjalankannya mengatur produksi di sela tanggung jawab rumah tangga, sering kali dengan tim kecil berisi karyawan atau anggota keluarga. Usaha mereka bergantung pada pesanan yang terus mengalir, bahan baku yang andal, dan pembayaran yang jelas untuk pekerjaan yang mereka serahkan.

Yang kami lakukan

PasarMIKRO membawa para subkontraktor ini ke dalam platformnya, sehingga transaksi mereka lebih transparan dan mereka punya sarana digital untuk mengembangkan usaha. Berikut tiga di antaranya:

Bu Nenti

Bu Nenti sudah 10 tahun berkecimpung di industri kerajinan rotan. Ia menjalankan produksinya sendiri bersama lima karyawan, bekerja dari pukul 07.00 sampai 16.00 setiap hari setelah urusan rumah tangga selesai. Yang paling ia banggakan adalah pesanan yang terus berdatangan, dan konsistensinya memenuhi setiap pesanan itu. Bu Nenti baru bergabung dengan platform PasarMIKRO, bagian dari gelombang usaha mikro berikutnya yang siap bekerja secara digital.

Bu Karminah

Bu Karminah (53 tahun) juga memiliki pengalaman 10 tahun. Ia bekerja dengan jam yang teratur, pukul 08.00 sampai 12.00 lalu 13.00 sampai 16.00, dengan dukungan keluarganya. Transparansi sangat penting baginya: sejak terhubung dengan PasarMIKRO, ia merasakan sistem pembayaran dan transaksi menjadi jauh lebih jelas. Karyanya mencerminkan kualitas, ketekunan, dan kemandirian, nilai yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Bu Tin Kartini

Bu Tin Kartini memimpin tim kecil berisi pekerja muda berusia 18 sampai 20 tahun. Ia bukan hanya subkontraktor, tetapi juga pembimbing bagi generasi perajin perempuan berikutnya. Dengan pengalaman 10 tahun, ia bekerja setiap hari setelah tanggung jawab rumah tangganya selesai dan bangga bisa memenuhi pesanan dengan lancar dalam jumlah besar.

Program industri rotan PasarMIKRO didukung oleh DEG Impulse dan IKEA Social Entrepreneurship, mitra yang sama-sama meyakini bahwa memperkuat rantai pasok di tingkat akar rumput adalah kebutuhan sosial sekaligus investasi yang masuk akal. Bersama-sama, kami membangun model yang menghubungkan perajin perempuan dengan pasar formal, sarana digital, dan penghasilan yang berkelanjutan.

Hasil

  • Subkontraktor di platform mendapatkan transaksi yang lebih transparan. Bu Karminah merasakan sistem pembayaran dan transaksi menjadi jauh lebih jelas sejak terhubung dengan PasarMIKRO.
  • Usaha mikro baru, seperti milik Bu Nenti, mulai bergabung dengan platform.

Langkah berikutnya

Keandalan bahan baku, kesinambungan pesanan, dan perluasan pendampingan digital masih perlu diperkuat, dan kemitraan baru dapat membawa perubahan nyata di sini. Kami mencari investor, LSM, dan lembaga pendanaan yang percaya pada usaha mikro yang dipimpin perempuan dan rantai pasok kerajinan yang berkelanjutan.

Jika Anda salah satunya, kirimkan pesan ke hello@pasarmikro.id.

Tag

  • Rotan
  • Cirebon
  • Jawa Barat
  • Usaha perempuan
  • UMKM

Lainnya