
Pada 2 April 2026, PasarMIKRO mengadakan Pelatihan Kickoff Digitalisasi untuk ekosistem kerajinan rotan di Cirebon. Eliza Octavianie bercerita tentang cakupan sistemnya dan mengapa visibilitas penting.
Salah satu celah terbesar dalam rantai pasok kerajinan tradisional bukan soal kualitas, melainkan visibilitas.
Kamis, 2 April 2026, saya menghadiri Pelatihan Kickoff Digitalisasi PasarMIKRO untuk ekosistem kerajinan rotan di Cirebon. Kegiatan itu kembali menunjukkan kepada saya mengapa celah ini perlu ditutup dalam skala besar.
Tantangan
Ruangan itu dipenuhi pemasok, subkontraktor, dan penganyam rumahan yang sudah bertahun-tahun menjalankan usaha, sebagian lebih dari sepuluh tahun, tanpa satu pun catatan digital. Bukan karena mereka tidak mampu, tetapi karena sistem yang tepat memang belum pernah dibuat untuk mereka.
Akibatnya, transaksi masih bergantung pada formulir kehutanan manual, pembeli dan importir membutuhkan jejak audit dari bahan baku sampai produk jadi, dan pekerja rumahan belum pernah punya dokumentasi resmi atas pekerjaan mereka.
Yang kami lakukan
Masalah yang kami selesaikan lewat PasarMIKRO sangat nyata:
- Ketertelusuran transaksi dari hulu ke hilir antara pemasok, produsen, dan barang jadi, menggantikan formulir kehutanan manual sepenuhnya.
- Pemetaan bahan baku ke produk yang memberi pembeli dan importir jejak audit yang mereka butuhkan.
- Alat pengelolaan keuangan untuk usaha mikro dan kecil: posisi kas, utang, dan piutang dalam satu tempat.
- Digitalisasi tenaga kerja: catatan kehadiran dan hasil kerja bagi pekerja rumahan yang belum pernah punya dokumentasi resmi atas pekerjaannya.
Dalam pelatihan itu saya berbincang dengan Ibu Sri Hanifa. Usaha keluarganya sudah berjalan 15 tahun dan mempekerjakan 53 penganyam rumahan yang membuat produk rotan berkualitas ekspor. Antusiasmenya bukan soal aplikasinya, melainkan soal apa yang dibukakan oleh aplikasi itu: akses ke pembeli yang lebih berkualitas, kredibilitas usaha yang lebih kuat, dan sistem yang akhirnya mencerminkan skala usaha yang sudah dibangun keluarganya.
Kegiatan ini terlaksana berkat dukungan DEG Impulse.
Hasil
Ini baru tahap awal, jadi kami belum melaporkan angka. Yang dicapai pada hari itu:
- Pemasok, subkontraktor, dan penganyam rumahan dari ekosistem rotan Cirebon berkumpul untuk memulai program digitalisasi.
- Pemilik usaha seperti Ibu Sri Hanifa melihat pencatatan digital sebagai jalan menuju pembeli yang lebih baik dan kredibilitas yang lebih kuat, bukan sekadar tujuan.
Di situlah nilai sebenarnya. PasarMIKRO tidak mendigitalkan sekadar untuk mendigitalkan. Kami membangun infrastruktur yang membuat rantai pasok yang selama ini kurang terlayani menjadi layak investasi, tertelusur, dan siap memenuhi kebutuhan pembeli.
Langkah berikutnya
Peluncuran penuh berlanjut hingga Desember 2026. Fondasinya sedang dibangun sekarang.
Tag
- Rotan
- Cirebon
- Digitalisasi
- Ketertelusuran
- UMKM

