Home » 7 Cara Memanfaatkan Media Sosial untuk Mempromosikan Komoditas Agrikultur
Petani Salak Madura Menggunakan Aplikasi PasarMIKRO untuk Mempromosikan Hasil Pertanian Miliknya

7 Cara Memanfaatkan Media Sosial untuk Mempromosikan Hasil Pertanian Kamu

Simak beberapa cara untuk petani, peternak, nelayan, dan pedagang yang baru memulai promosi hasil pertaniannya melalui media sosial.

74% pengguna menggunakan media sosial dengan alasan agar bisa membantunya cepat dalam mengambil keputusan. – WebFX.com

Lalu, apakah riset di atas masih bermanfaat untuk digunakan dalam promosi hasil pertanian? Ya, tentu saja. Di era Revolusi Industri 5.0, bukan hanya petani yang ingin menjual produknya tapi juga bisa para tengkulak atau masyarakat yang ingin membeli hasil panen.

Dengan media sosial, masyarakat kalangan petani, peternak, nelayan, dan juga pedagang bisa melakukan prospek dan mendapat jangkauan target pasar yang lebih luas. Tentunya, bukan hanya itu saja manfaat media sosial yang bisa kamu dapatkan. Yuk, baca artikel ini hingga selesai karena kami akan mengulas manfaat hingga bagaimana cara mempromosikan komoditas hasil pertanian melalui media sosial.

Perjalanan Promosi Agribisnis

Berbicara tentang agribisnis, istilah “agribisnis” merupakan ejaan tidak baku dari agrobisnis. Agrobisnis atau juga disebut usaha niaga tani, adalah bisnis berbasis usaha pertanian atau bidang lain yang mendukungnya, baik di sektor hulu maupun di hilir. Penyebutan “hulu” dan “hilir” mengacu pada pandangan pokok bahwa agrobisnis bekerja pada rantai sektor pangan (food supply chain). Agrobisnis, dengan perkataan lain, adalah cara pandang ekonomi bagi usaha penyediaan pangan.

Saat ini, bagaimana biasanya petani, peternak, nelayan, dan pedagang mendapatkan informasi yang cepat? Ya,diantaranya bisa dengan memanfaatkan internet lalu membuka mesin pencarian ataupun media sosial. Semua lebih mudah dengan adanya internet. Menengok masa lalu, mari kita lihat bagaimana promosi komoditas pertanian itu berjalan.

Melansir dari Newprairiepress, hingga pertengahan abad ke-19, sebagian besar informasi pertanian dikomunikasikan dari petani ke petani dari mulut ke mulut (Paskoff, 1990). Pada akhir abad terakhir, tiga sumber informasi utama petani adalah radio, surat, dan komunikasi tatap muka (Federasi Biro Pertanian Amerika, 2013).

Nah, pola seperti itu ternyata tidak beda jauh dengan di Indonesia, lho! Metode promosi hasil pertanian di Indonesia saat awal tergolong informal dan relatif sederhana. Metode yang dilakukan pun masih digunakan sampai sekarang dan cukup efektif tetapi memiliki kekurangan.

  • Penjualan langsung ke konsumen

Para petani ataupun nelayan menjual hasil panen mereka ke konsumen secara langsung dengan menyewa tempat di pasar ataupun lahan di pinggiran jalan.

  • Menjual melalui Tengkulak

Metode ini kedua belah pihak diuntungkan, tengkulak mendapatkan untung karena menjual hasil panen dari petani atau nelayan. Sebaliknya, petani atau nelayan tidak perlu memikirkan cara jual.

  • Barter

Para petani atau nelayan menggunakan metode barter untuk menukarkan hasil panennya dengan barang atau jasa sesuai dengan kesepakatan kedua belah pihak.

  • Pemberian hadiah

Para petani atau nelayan biasanya memberikan hasil panen atau tangkapannya untuk teman atau saudara sebagai bentuk hadiah atau cara mempererat hubungan baik keduanya.

Metode-metode di atas cukup efektif tetapi di beberapa metode memiliki mata rantai penjualan yang cukup panjang. Sehingga keuntungan yang kamu dapat bisa sangat berkurang. Lain lagi, kalau sudah memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan hasil pertanian.

Bukan yang terkuat yang bertahan hidup, bukan pula yang paling cerdas, tetapi yang paling responsif terhadap perubahan

Charles Darwin

Manfaat Menggunakan Media Sosial untuk Promosi Hasil Pertanian

Media sosial membawa perubahan perilaku. kamu tidak perlu lagi membuat kelembagaan formal hanya untuk membuat penawaran besar ke suatu perusahaan. Atau membuka toko di setiap kota untuk menjangkau konsumen. Karena, itu semua bisa dilakukan di rumah dengan promosi melalui media sosial.

Di bawah ini manfaat media sosial untuk memasarkan hasil pertanian seperti dilansir dari Rurallreaders, antara lain:

Untuk sesama petani (termasuk peternak dan nelayan):

  • Terhindar dari isolasi sosial
  • Memungkinkan sesama pelaku agribisnis yang serupa untuk bertemu dan membentuk kelompok baik dalam atau luar negeri
  • Membuka peluang untuk berinteraksi dengan orang yang memiliki pengaruh besar
  • Memfasilitasi diskusi untuk isu-isu seputar agribisnis

Untuk pedagang:

  • Mempermudah konsumen untuk mempercepat dalam mengambil keputusan pembelian
  • Bisa mengenal lebih jauh mengenai kebutuhan dan sudut pandang konsumen
  • Membentuk kepercayaan dengan konsumen dan bersifat lebih otentik
  • Memperluas target pasar
  • Meningkatkan pendapatan karena menjual langsung konsumen
  • Menciptakan daya tarik untuk regenerasi petani dari anak muda

Menurut DataIndonesia, jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia sebanyak 167 juta orang pada Januari 2023. Jumlah tersebut setara dengan 60,4% dari populasi di dalam negeri.

Dari angka di atas, para petani, peternak, dan juga pedagang memiliki kesempatan yang luas untuk mengembangkan agribisnisnya, bukan? Nah, sekarang saatnya kamu para petani, peternak, dan pedagang mencari tahu media sosial apa yang harus digunakan dan bagaimana caranya.

Seorang Ibu-Ibu Pedagang Sayuran Menunjukkan Hasil Pertanian yang Beliau Dagangkan

7 Cara Terbaik untuk Memasarkan Komoditas Hasil Pertanian melalui Media Sosial

Di bawah ini, kami telah menyiapkan beberapa cara untuk kamu para petani, peternak, dan juga pedagang yang baru memulai promosi melalui media sosial, antara lain:

1. Pilih dan Fokus pada Satu Platform Media Sosial

Ada banyak platform media sosial yang bisa kamu pilih, di antaranya:

  • Facebook
  • Instagram
  • TikTok
  • YouTube
  • Twitter

Untuk kamu yang baru memulai promosi media sosial, kami sarankan kamu bisa fokus dengan salah satu media sosial di atas. Bagaimana cara menentukannya?

  • Buat uraian mengenai siapa saja target pasar kamu.
  • Cari tahu platform mana yang memiliki persentase terbanyak target pasar kamu, ya!

Kalau sudah mengetahui, kamu bisa memulai membuat akunnya dan kemudian bisa menambahkan media sosial lainnya kalau sudah terbentuk engagement (kedekatan) dengan pengikut kamu.

2. Gunakan Konten Video

Melansir dari ilustrasi.id, di bawah ini ada beberapa data menarik  yang bisa membuat kamu lebih semangat:

  • 80% audiens mulai memutuskan pembelian setelah menonton video.
  • 50% pengguna media sosial lebih suka menonton video untuk mengetahui cara melakukan sesuatu.
  • Jika ada yang salah dengan produk atau layanan, 68% audiens cenderung menonton video tentang cara memperbaikinya daripada menghubungi Customer Support. Perlu diketahui, 20% audiens lebih suka membaca, sedangkan sisanya (80%) lebih suka menonton video jika tersedia.

Dari data di atas bisa diambil kesimpulan bahwa penonton lebih menyukai konten video dibandingkan teks. Nah, kamu bisa memulai membuat konten video menggunakan gawai dengan melakukan edit video sederhana.

3. Rutin Membuat Konten

Selain konten yang dibuat harus berkualitas, kamu jangan melupakan untuk tetap konsisten ya dalam membuatnya. Kamu bisa membuat konten video minimal 1 hari dengan tema yang berbeda.

Di bawah ini ada beberapa ide konten yang bisa kamu coba di antaranya:

  • Menunjukan proses saat menanam (bagi kamu yang petani) atau proses pengawinan (bagi kamu yang peternak)
  • Memberikan tips sesuai pengalaman
  • Proses panen atau saat menangkap ikan di laut

4. Manfaatkan Fitur yang Tersedia di Media Sosial

Hampir semua media sosial memiliki fitur “live”. Fitur ini bisa kamu manfaatkan untuk berkomunikasi langsung dengan audiens. kamu bisa lakukan sesi tanya jawab, membuat kuis dan berbagi hadiah, dan yang paling penting kamu bisa melakukan transaksi jual beli di sana. Semakin dekat dengan konsumen menjadi lebih mudah, ‘kan?

5. Bagikan Konten ke Platform Media Sosial Lain

Sebagus apapun konten yang sudah kamu buat, akan sia-sia kalau tidak ada yang melihat. Maka dari itu, kamu bisa membagikan konten video atau gambar yang sudah dibuat ke berbagai forum, grup Facebook ataupun WhatsApp.

Setelah membagikan konten yang telah dibuat, orang-orang yang menyukai konten kamu akan langsung mengikuti dan besar kemungkinan membagikannya lagi pada orang lain.

6. Jangan Lupa Merespon

Audiens akan merasa lebih dekat ketika pertanyaannya dijawab langsung oleh pemilik akun. Jadi, kamu bisa luangkan waktu ya untuk mulai menjawab komentar ataupun pesan yang masuk.

7. Mulai Lakukan Iklan Media Sosial

Ada dua cara agar audiens kamu mengetahui produk komoditas agri yang kamu tawarkan.

  • Organik dengan membuat konten video atau gambar kemudian membagikannya ke berbagai platform lain.
  • Iklan media sosial dengan tujuan tertentu.

Saat kamu menggunakan iklan berbayar, kamu bisa memilih dua cara lho! Misalkan menjalankan iklan dari situs khusus atau melalui postingan konten organik yang kemudian langsung dipromosikan.

Itulah 7 cara memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan komoditas hasil pertanian. Dengan menggunakan media sosial, kamu sudah satu tahap melakukan perubahan.

Kamu bisa melakukan perubahan dan membawa dampak positif besar lainnya dengan menggunakan aplikasi perdagangan yang bisa digunakan untuk para petani mikro, nelayan, dan pedagang seperti kamu.

Download aplikasi PasarMIKRO di Google Play Store untuk mulai mengelola usaha agribisnis kamu, melakukan transaksi online yang aman, mudah dan efisien serta memasarkan hasil panen kamu.

PasarMIKRO, Aplikasi Perdagangan untuk Petani, Peternak, Nelayan dan Pedagang Pertama dan No. 1 di Indonesia

Tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang untuk memulai perubahan, bergabunglah dengan komunitas perdagangan terpercaya hanya di PasarMIKRO!

Play Store Badge
Aplikasi Digitalisasi Perdagangan Agrikultur

Pertanyaan Umum Seputar Promosi Hasil Pertanian

Bagaimana media sosial dapat membantu mempromosikan hasil pertanian?

Media sosial memungkinkan para petani, peternak, nelayan, dan pedagang untuk melakukan prospek dan mendapat jangkauan target pasar yang lebih luas. Selain itu, media sosial juga dapat membantu memperluas target pasar, meningkatkan pendapatan, dan menciptakan daya tarik bagi regenerasi petani dari anak muda.

Apa manfaat menggunakan media sosial dalam promosi hasil pertanian?

Beberapa manfaat menggunakan media sosial dalam promosi hasil pertanian antara lain:

  • Mempermudah konsumen dalam mengambil keputusan pembelian
  • Memperluas target pasar
  • Meningkatkan pendapatan
  • Memungkinkan interaksi dengan orang yang memiliki pengaruh besar, dan
  • Membentuk kepercayaan dengan konsumen yang bersifat lebih otentik.

Apa saja cara terbaik untuk memasarkan komoditas hasil pertanian melalui media sosial?

Beberapa cara terbaik untuk memasarkan komoditas hasil pertanian melalui media sosial antara lain:

  1. Pilih dan fokus pada satu platform media sosial yang sesuai dengan target pasar
  2. Gunakan konten video yang menarik
  3. Rutin membuat konten yang berkualitas dan konsisten
  4. Manfaatkan fitur yang tersedia di media sosial seperti fitur “Live”
  5. Bagikan konten ke platform media sosial lain
  6. Jangan lupa merespon komentar dan pesan dari audiens, dan
  7. Mulai melakukan iklan media sosial dengan tujuan tertentu

Berapa jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia apa implikasinya bagi para petani, peternak, dan pedagang?

Jumlah pengguna aktif media sosial di Indonesia pada per-Januari 2023 adalah sebanyak 167 juta orang, setara dengan 60,4% dari populasi di dalam negeri. Hal ini memberikan kesempatan luas bagi para petani, peternak, dan pedagang untuk mengembangkan agribisnis mereka melalui media sosial.

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

10 Tips Jitu Jualan Produk Agrikultur Secara Online

Cara Melakukan Pemasaran Telur Ayam yang Efektif

Tips Menemukan dan Menjangkau Konsumen Produk Pertanian Kamu

Cara Menanam Kangkung yang Mudah sampai Ke Penjualannya