Home » Inilah 5 Cara yang Tepat untuk Membuat Label dan Kemasan Produk Agri Kamu!
PasarMIKRO - Kemasan Produk Agri

Inilah 3 Cara yang Tepat untuk Membuat Label dan Kemasan Produk Agri Kamu!

Saat kemasan produk dan label yang kamu buat bisa memenuhi kebutuhan konsumen, dipastikan produkmu akan laris di pasaran! kemasan produk yang menarik dan label yang informatif bisa menarik perhatian konsumen dan meningkatkan minat pembelian.

Menurut Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO), hingga 40% makanan yang diproduksi untuk konsumsi manusia hilang atau terbuang secara global. Dari jumlah tersebut, 14% hilang selama penanganan dan penyimpanan pascapanen, dan 26% hilang karena pengemasan yang tidak memadai.

Pengemasan dan label dalam komoditas pertanian sama penting dengan apa yang di dalamnya. Pengemasan yang buruk dapat memengaruhi kualitas bahkan keamanan produk yang ada di dalamnya. Pun begitu dengan label, ada aturan khusus bagaimana membuat label yang baik.

Artikel ini akan membantu kamu untuk mengetahui cara pengemasan dan label untuk komoditas pertanian. Yuk baca sampai beres ya!

Apa yang Dimaksud dengan Kemasan Produk dan Label Produk?

Pengemasan dan label selalu dilakukan di akhir produksi. Selama ini kita pasti sudah tahu ya apa itu pengertian pengemasan atau kemasan produk dan juga label. Supaya lebih tahu secara dalam, yuk kita cari tahu pengertian keduanya.

Pengemasan menurut KBBI adalah sebuah proses, cara, dan perbuatan pengemasan. Pengemasan juga sering diartikan sebagai embalase yaitu tahap akhir dalam proses pembuatan komoditi atau produk berupa bahan untuk untuk pengemasan atau pengepakan barang.

Secara sederhana, kemasan produk adalah bungkus yang melindungi produk dari kerusakan, terhindar dari kotoran atau debu, juga kerusakan akibat perubahan cuaca dan suhu udara.

Sedangkan label produk adalah keterangan mengenai produk berupa gambar, tulisan, atau keduanya yang akan disimpan pada bagian kemasan produk.

Jenis kemasan dan label produk akan berbeda-beda tergantung dari kebutuhan, jenis bisnis, dan pelanggan. Sebelum menentukan kemasan produk untuk komoditas pertanian, kamu harus memastikan bahwa kemasan produk atau wadah memang diperuntukan untuk makanan.

Apa Manfaat dari Kemasan dan Label Bagi Produk?

Ada banyak faktor yang bisa menyebabkan pengemasan rusak. Misalkan saja kerusakan fisik disebabkan oleh guncangan sewaktu dibawa oleh kendaraan yang membawa komoditas, Sehingga produk bisa tertimpa dan terjatuh. Selain itu, kemasan produk pangan juga bisa rawan rusak karena kelembaban, air, cahaya, atau efek dari cuaca berupa panas atau dingin. Bahkan, serangga atau tikus pun bisa menyebabkan kerusakan pada kemasan produk.

Fungsi utama kemasan produk adalah menjaga kualitas produk. Selain dari itu, masih ada fungsi lainnya dari kemasan, antara lain:

  1. Wadah atau Bungkus

Sebelum dipindahkan ke tempat lain, tentunya produk harus diberikan wadah terlebih dulu. Wadah atau bungkus ini selain sebagai pelindung dari serangga atau hama, saat pengiriman dan juga sebagai identitas untuk membedakan dengan produk lain.

  1. Sesuai dengan Kebutuhan Pasar

Kemasan produk harus memberikan kenyamanan. kemasan produk harus memiliki desain yang menarik, mudah digunakan, dan tentunya diinginkan atau yang dibutuhkan oleh konsumen.

  1. Mempercepat Keputusan Pembeli

Saat kemasan produk dan label yang kamu buat bisa memenuhi kebutuhan konsumen, dipastikan produkmu akan laris di pasaran! kemasan produk yang menarik dan label yang informatif bisa menarik perhatian konsumen dan meningkatkan minat pembelian.

  1. Memperpanjang Umur Produk Pangan

Ada beberapa teknologi pengemasan yang bisa memperpanjang umur produk pangan. Salah satu contohnya adalah aplikasi sistem Modified Atmosphere Packaging (MAP).

Lalu bagaimana dengan label dalam kemasan produk komoditas hasil pertanian?

Ketentuan penggunaan label pangan di Indonesia sudah tercantum menurut Undang- undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan, Undang-undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.

Jadi, saat kamu akan membuat label pastikan sudah sesuai aturan Undang-undang ya!  Secara fungsi atau manfaat label bukan hanya berperan sebagai penyampai informasi. Adapun manfaat lain label dalam pangan, antara lain:

  • Memberikan petunjuk yang tepat
  • Memberikan informasi terkait produk tanpa harus membuka kemasan produk
  • Memberikan rasa aman kepada konsumen
  • Sebagai sarana komunikasi tidak langsung kepada konsumen

Apa Saja yang Harus Kamu Sertakan Saat Membuat Label Produk?

Label komoditas agrikultur setidaknya harus memenuhi beberapa unsur di bawah ini, antara lain:

  1. Nama Produk

Gunakan nama dagang dan jenis produk hasil pertanian kamu. Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan saat menggunakan nama dagang, yaitu:

    • Menggunakan kata sifat yang secara langsung atau tidak langsung
    • Bertentangan dengan aturan perundang-undangan, moralitas, agama, budaya, dan kesusilaan
    • Tidak memiliki daya pembeda
    • Tidak menggunakan nama yang telah menjadi milik umum
    • Menggunakan kata yang terkait aspek keamanan pangan, gizi, dan/atau kesehatan
  1. Bahan yang Digunakan

Hal ini berlaku kalau hasil pertanian mu dibuat olahan. Misalkan salak yang dibuat menjadi keripik ataupun manisan. Kamu harus mencantumkan bahan- bahan yang digunakan dan kalau lebih dari satu bahan pangan, kamu harus mencantumkan persentase kandungan bahan untuk bahan baku utama.

  1. Berat Bersih atau Isi Bersih

Sesuaikan berat bersih dengan jenis komoditas pertanian. Ada beberapa penulisan satuan berat bersih berdasarkan jenis bentuk (cair, padat, atau semi) yang bisa kamu gunakan meliputi:

    • Padat : miligram (mg), gram (g), kilogran (kg)
    • Cair : mililiter (ml/mL), liter (l atau L)
    • Semi : miligram (mg), gram (g), kilogram (kg), mililiter (ml / mL), liter (l / L)
  1. Tuliskan Nama dan Alamat Pihak yang Memproduksi

Ada beberapa nih yang harus kamu perhatikan saat membuat label untuk hasil pertanian. Hal ini berhubungan akan di bawa kemana produk tersebut. Apakah dijual dalam negeri atau luar negeri juga. Pastikan kamu sudah menyertakan hal-hal berikut ini:

    • Pihak yang memproduksi,
    • Pihak yang mengimpor,
    • Pihak pemberi kontrak,
    • Pihak penerima kontrak dan/atau pihak pemberi lisensi Pangan Olahan wajib mencantumkan nama dan alamat. Pencantuman alamat paling sedikit meliputi nama kota, kode pos, dan Indonesia.
  1. Tanggal dan Kode Produksi

Cantumkan tanggal dan kode produksi di tempat yang mudah terlihat ya! tanggal dan kode produksi terdiri dari nomor batch dan waktu produksi.

  1. Keterangan Kadaluarsa dan Nomor Izin Edar

Sama halnya penting dengan tanggal tanggal dan kode produksi, tanggal kadaluarsa juga sangat penting untuk mengetahui batas akhir penggunaan. Sedangkan nomor izin edar berhubungan dengan nomor yang dikeluarkan oleh BPOM atau PIRT.

3 Tips untuk Pengemasan dan Label Komoditas Agrikultur

Supaya lebih mudah, kamu bisa mengikuti tips di bawah ini untuk mendapatkan pengemasan dan label yang baik untuk hasil pertanian kamu ya!

  1. Tepat Memilih Bahan Kemasan

Ada beberapa jenis kemasan produk yang bisa kamu pilih dan sesuaikan dengan manfaatnya, di antaranya:

    • Kemasan Produk Fleksibel

Umumnya yang menggunakan kemasan produk fleksibel seperti sayur kangkung, bayam, pakcoy dan lainnya. kemasan produk fleksibel mirip dengan kantong berguna untuk melindungi makanan dari lingkungan dan memudahkan untuk mengangkut makanan.

    • Palet

Palet digunakan untuk transportasi massal suatu produk. Kotak-kotak produk ditempatkan dan ditumpuk di atas palet, kemudian dibungkus untuk mengamankan dan mengurangi pergerakan makanan.

    • Karton

Karton terbuat dari papan serat bergelombang dan digunakan untuk mengangkut makanan. Dalam jenis kemasan produk makanan karton, ada empat sub-kategori. Yang paling terkenal adalah karton telur yang dibentuk sesuai bentuk telur untuk menambah perlindungan saat produk makanan bergerak. Karton aseptik juga termasuk dalam kategori ini. Contohnya adalah karton susu, jus, dan sup. Sub-kategori karton lainnya adalah karton lipat, yang dimulai sebagai potongan datar dari papan serat bergelombang dan kemudian dirakit oleh produsen makanan. Terakhir, ada karton atap pelana. Karton ini biasanya menampung susu atau jus dan membutuhkan atap pelana di bagian atas untuk dijepit lalu ditarik agar dapat dibuka.

  1. Manfaatkan Teknologi untuk Pengemasan

Ada beberapa teknologi pengemasan yang bisa kamu pilih, antara lain:

    • Active & Intelligent Packaging : sistem kemasan produk yang bisa mendeteksi dan memberi informasi kepada konsumen terkait kondisi bahan pangan yang berada di dalamnya.
    • Modified Atmosphere Packaging (MAP) : teknologi alternatif untuk pengemasan, distribusi, dan penyimpanan bahan pangan dalam rangka meningkatkan daya simpannya.
    • Vacuum Pack (preserve the freshness of food) : metode menghilangkan oksigen dari makanan kemasan produk
    • Frozen Food (Freezing food preserves) : metode membekukan makanan dalam suhu tertentu agar lebih awet.
    • Retort Packaging (for ready to eat meals) : kemasan produk fleksibel berbentuk pouch atau kantong yang digunakan untuk mengemas produk pangan siap santap.
  1. Gunakan Label yang Jelas dan Informatif

Selain harus menarik, dan mudah dibaca, pastikan label memuat informasi-informasi seperti yang sudah sebelumnya dijelaskan ya! Seperti nama, berat produk, dsb. Label yang dicantumkan di dalam dan/atau pada kemasan produk wajib sesuai dengan label yang disetujui pada saat ijin edar.

Kesimpulan

Sayang sekali, kalau hasil pertanian terbuang dengan sia-sia atau tidak bisa diterima tangan pedagang dalam kualitas terbaiknya. Faktanya, pengemasan dan pelabelan akan membantu para petani, peternak, dan nelayan untuk menambah nilai, dalam branding, dan pemasaran komoditas. Para petani, bisa menambahkan pada label “organik” kalau proses penanaman tanpa bahan kimia dan itu akan menjadi nilai tambah, lho! Pengemasan yang tepat dan pelabelan yang informatif akan membawa usaha kamu semakin meroket!

Apalagi, jika kamu memanfaatkan PasarMIKRO untuk bisa memasarkan komoditas agrikultur mu! Di PasarMIKRO, kamu bisa bertemu dengan pedagang atau tengkulak terbaik yang ada di Indonesia. Yuk, download aplikasinya di Play Store sekarang!

PasarMIKRO - Andik Kurniawan Pedagang Ayam

PasarMIKRO, Aplikasi Perdagangan untuk Petani, Peternak, Nelayan dan Pedagang Pertama dan No. 1 di Indonesia

Tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang untuk memulai perubahan, bergabunglah dengan komunitas perdagangan terpercaya hanya di PasarMIKRO!

Play Store Badge
Aplikasi Digitalisasi Perdagangan Agrikultur

Pertanyaan Umum Seputar Kemasan dan Label Produk

Apa itu kemasan produk?

Kemasan produk adalah bungkus yang melindungi produk dari kerusakan, terhindar dari kotoran atau debu, juga kerusakan akibat perubahan cuaca dan suhu udara.

Apa itu label produk?

Label produk adalah bagian dari pengemasan sebuah produk yang mengandung informasi mengenai produk atau penjualan produk.

Apa manfaat dari kemasan dan label bagi produk?

Manfaat dari kemasan produk antara lain melindungi kualitas produk, memberikan wadah atau bungkus, sesuai dengan kebutuhan pasar, mempercepat keputusan pembeli, dan memperpanjang umur produk pangan. Label produk memberikan petunjuk, informasi tanpa membuka kemasan, rasa aman kepada konsumen, dan sebagai sarana komunikasi tidak langsung kepada konsumen.

Apa saja yang harus ada dalam label produk?

  • Nama produk
  • Bahan yang digunakan
  • Berat bersih atau isi bersih
  • Nama dan alamat pihak yang memproduksi
  • Tanggal dan kode produksi
  • Keterangan kadaluarsa, dan
  • Nomor izin edar

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Tips Menemukan dan Menjangkau Konsumen Produk Pertanian Kamu

Inilah Cara Agar Petani Garam Mendapatkan Laba yang Besar

Gerakan dari Kebun ke Meja Makan: Mendukung Sistem Pangan Lokal dan Berkelanjutan

Pemasaran yang Efektif dan Cara Meningkatkan Kualitas Buah Mangga