Home » Mudah, Cara Membuat Pupuk KCL yang Aman untuk Tanah
PasarMIKRO - Pupuk KCL

Mudah, Cara Membuat Pupuk KCL yang Aman untuk Tanah

Yuk kita cari tahu bagaimana membuat pupuk KCL yang aman untuk lingkungan dan memiliki kualitas yang bagus untuk tanaman!

Jagung yang mendapatkan unsur hara kalium yang cukup bisa mendapatkan rasa yang manis dan tumbuh dengan baik serta memiliki berat tongkol yang cukup. Umumnya, para petani mendapatkan unsur hara kalium dengan menggunakan pupuk KCL. Sayangnya, penggunaan pupuk KCL ini membawa dampak negatif bagi lingkungan. 

Kamu masih membutuhkan unsur hara kalium untuk tanaman jagung? Artikel ini tepat banget untuk kamu baca sampai akhir. Yuk kita cari tahu bagaimana membuat pupuk KCL yang aman untuk lingkungan dan memiliki kualitas yang bagus untuk tanaman!

Apa itu Pupuk KCL?

Sebelum kita membahas bagaimana cara membuat pupuk KCL organik, mari kita cari tahu dulu seputar pupuk KCL ini secara general ya. 

Berdasarkan pengertiannya, pupuk KCL atau Kalium Klorida adalah penyubur tanah yang memiliki kandungan unsur hara kalium yang cukup tinggi sekitar 60%. Pupuk KCL sering disebut juga MOP atau Muriate of Potash

Pupuk KCL memiliki warna merah atau putih, bentuknya seperti kristal dan pupuk KCL mudah larut dalam air. Harga pupuk KCL Rp670.000 per 50 kg dan untuk kemasan repack berkisar Rp15.000.

Kandungan dan Fungsi Pupuk / Fertiliser KCL

Saat nanti kamu membuat pupuk KCL dengan bahan organik, kamu harus tahu kandungan apa saja yang ada di dalam KCL. Sehingga, tanaman-tanaman masih bisa mendapatkan manfaatnya. 

Kandungan pupuk KCL hanyalah satu jenis unsur yaitu kalium klorida kurang lebih sebanyak 60%. Dengan adanya unsur hara kalium, fungsi pupuk KCL berperan untuk memperlancar pertumbuhan dan memperlancar terjadinya fotosintesis. Selain itu, menurut Lingga dan Marsono (2006) kalium berfungsi untuk pembentukan protein dan karbohidrat. 

Sehingga kegunaan pupuk KCL tepat sekali digunakan saat tumbuhan atau tanaman mulai memasuki masa berbunga. KCL cocok digunakan untuk tanaman hias, tanaman buah, tanaman pangan, dan tanaman holtikultura. Akan tetapi, kamu tidak bisa menggunakan KCL terhadap tanaman yang memiliki sensitivitas terhadap kandungan kalium klorida seperti tanaman kentang, wortel, dan bawang merah.

Manfaat Pupuk / Fertiliser KCL

Masih banyak petani yang menggunakan KCL karena memiliki pupuk ini memiliki banyak manfaat. Merangkum dari berbagai sumber, manfaat pupuk KCL di antaranya:

  • Meningkatkan Hasil Panen

Salah satu penyebab hasil produksi pertanian menurun karena tanaman atau tumbuhan terkena hama dan penyakit. Dengan menggunakan KCL dengan dosis optimal dapat mengendalikan tumbuhan atau tanaman terhadap penyakit pada tanaman atau tumbuhan. Misalkan pada tanaman tomat yang terkena bakteri Ralstonia Solanacearum sehingga tomat menjadi layu. Tomat membutuhkan kandungan kalium yang cukup besar 1-5% untuk bisa tumbuh dan menghasilkan buah yang berkualitas.

  • Meningkatkan Kualitas

Kalium yang ada pada pupuk KCL bila digunakan pada tanaman jagung dapat membuat jagung itu lebih manis asalkan digunakan dengan dosis yang optimal. Selain itu, berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh Universitas Islam Riau, menunjukan penggunaan KCL berpengaruh terhadap panjang, lilit, dan berat tongkol jagung.

  • Memperkuat Batang Tanaman

Batang yang kuat dan kokoh salah satu indikasi tanaman atau tumbuhan yang bagus atau memiliki kualitas yang bagus. Dengan pupuk KCL, tanaman padi yang diberi dosis optimal dapat memiliki batang dan tangkai tanaman yang kuat.

  • Tanaman Lebih Tahan Terhadap Hama, Penyakit, dan Stres

Mengutip dari jurnal yang diterbitkan oleh Universitas Islam Malang karya Anis Rosyidah:

Pemberian pupuk kalium pada media tanam tomat yang lebih tinggi sampai dosis 225 kg Ha-1 cenderung menghasilkan tingkat serangan yang lebih rendah”.

Cara Membuat Pupuk KCL

Dari manfaat dan fungsi KCL pasti kamu tidak bisa melewatkannya ya! Akan tetapi, menggunakan pupuk KCL  yang berlebihan dapat merusak tanah. Untuk menyiasatinya, kamu bisa membuat pupuk KCL dengan bahan yang ramah lingkungan. 

Inilah cara membuat pupuk KCL dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan.

Bahan-bahan dan alat yang dibutuhkan :

  • Krokot 200gr
  • Kulit pisang 100 gr
  • Kulit kentang
  • Air cucian beras 600 ml
  • Air kelapa muda 700 ml
  • Biang kompos 2 SDM
  • Gentong tanah liat

Langkah-langkah pembuatan pupuk KCL :

  • Ambil krokot pada pagi hari saat bunganya belum bermekaran. Biasanya krokot berbunga pada pukul 09.00 ke atas.
  • Kulit pisang dijemur dan dihaluskan
  • kulit kentang dijemur dan dihaluskan
  • Masukkan krokot ke dalam gentong dan tambahkan biang kompos 2 SDM
  • Tumbuk dan campurkan krokot dan biang kompos.
  • Tambahkan tepung dari kulit pisang dan kulit kentang
  • Tambahkan air cucian beras dan terakhir masukkan air kelapa muda
  • Rendam gentong dalam air dan tutup gentong menggunakan kain lap dan ikat pinggirnya
  • Lakukan fermentasi selama 7 hari
  • Setelah fermentasi, saring dan pupuk KCL organik sudah bisa digunakan.

Hasil akhir akan mendapat 1 liter KCL. Penggunaan air kelapa muda dibandingkan air kelapa tua karena kandungan gula lebih tinggi pada air kelapa muda. Dosis penggunaan KCL organik untuk 1 liter bisa dicampurkan dengan 50 liter air sumur. KCL organik memiliki sejumlah keunggulan dibandingkan pupuk sintetis tradisional, antara lain:

  • Pupuk KCL organik lebih berkelanjutan, karena terbuat dari sumber daya terbarukan.
  • Kecil kemungkinannya mencemari lingkungan, karena tidak mengandung bahan kimia berbahaya.
  • Pupuk KCL organik lebih bermanfaat bagi kesehatan tanaman, karena menyediakan nutrisi yang lebih luas.
  • Lebih lembut di tanah, karena tidak mengganggu keseimbangan alami mikroorganisme.

Itulah cara membuat pupuk KCL dengan bahan-bahan yang ada di rumah. Yuk coba membuatnya!

PasarMIKRO - Nelayan Indonesia

PasarMIKRO, Aplikasi Perdagangan untuk Petani, Peternak, Nelayan dan Pedagang Pertama dan No. 1 di Indonesia

Tidak ada waktu yang lebih baik dari sekarang untuk memulai perubahan, bergabunglah dengan komunitas perdagangan terpercaya hanya di PasarMIKRO!

Play Store Badge
Aplikasi Digitalisasi Perdagangan Agrikultur

Pertanyaan Umum Seputar Pupuk KCL

Apa itu pupuk KCl?

Pupuk KCl adalah pupuk yang mengandung unsur kalium dalam bentuk klorida. KCl merupakan salah satu jenis pupuk yang penting dalam pertanian karena menyediakan kalium, nutrisi esensial yang diperlukan oleh tanaman.

Apa manfaat utama dari penggunaan pupuk KCl bagi pertumbuhan tanaman?

Manfaat utama penggunaan pupuk KCl bagi pertumbuhan tanaman adalah meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit, mengatur keseimbangan air dalam sel tanaman, serta membantu perkembangan akar dan pertumbuhan buah.

Bagaimana cara aplikasi pupuk KCl pada tanaman?

Pupuk KCl biasanya diberikan melalui aplikasi berupa penyemaian sebelum tanam atau pemupukan top dressing saat tanaman telah tumbuh. Aplikasi dilakukan dengan menyebarkan pupuk di sekitar pangkal tanaman atau melalui irigasi.

Apa keunggulan pupuk KCl dibandingkan dengan pupuk kalium lainnya?

Keunggulan pupuk KCl adalah ketersediaannya yang cukup luas di pasaran dan relatif lebih ekonomis dibandingkan pupuk kalium lainnya. Selain itu, pupuk KCl juga memberikan kandungan klorida yang membantu tanaman mengatur keseimbangan air.

Bagaimana pengaruh pupuk KCl terhadap hasil panen?

Penggunaan pupuk KCl secara tepat dan sesuai dosis dapat meningkatkan hasil panen, terutama pada tanaman yang membutuhkan kalium tinggi untuk pertumbuhan dan produksi buah.

Apakah ada tanaman tertentu yang sangat membutuhkan pupuk KCl?

Tanaman yang sangat membutuhkan pupuk KCl antara lain tanaman kentang, tomat, cabai, jeruk, kopi, dan kelapa sawit. Tanaman-tanaman tersebut membutuhkan kalium dalam jumlah yang signifikan untuk produksi yang optimal.

Apakah ada batasan dalam penggunaan pupuk KCl?

Meskipun pupuk KCl memberikan manfaat bagi tanaman, penggunaannya tetap harus sesuai dengan dosis yang direkomendasikan agar tidak menyebabkan keracunan garam pada tanaman. Pupuk KCl sebaiknya digunakan dengan bijaksana dan memperhatikan petunjuk pemakaian yang tepat.

Post navigation

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mudah dan Murah, Cara Membuat Pupuk Urea Menggunakan Bahan-Bahan Dapur

Rekomendasi Pupuk Tanaman Berdasarkan Jenisnya

Panduan Lengkap Pupuk NPK: Jenis, Manfaat, dan Cara Penggunaannya dalam Pertanian